Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

6 Poin Ini Kudu Dicermati Dalam Membangun Keluarga

Inspirasi
01 Apr 2018
6 Poin Ini Kudu Dicermati Dalam Membangun Keluarga

hariansuara.com, Jakarta - Secara umum, setiap orang mempunyai keluarga karena pasti dilahirkan oleh kedua orang tua dan dibesarkan dalam keluarga, walaupun sebagian kecil ada yang hidup tanpa kedua atau salah satu orang tuanya dan sebagian yang lain memilih hidup sendirian. 

Keluarga adalah kumpulan orang-orang yang disebut anggota keluarga yang memiliki tujuan sejalan. Kenyataan di sisi lain adalah para anggota keluarga memungkinkan memiliki pemahaman tentang hidup berkeluarga yang berbeda macam dan jenjangnya. Karakter, kebiasaan, dan cara-cara berpikir yang beragam para anggota keluarga pun turut mewarnai keberadaan suatu keluarga.

Terlepas dari posisi seseorang dalam suatu keluarga, setiap anggota keluarga perlu mencermati tingkatan pemahaman atau pengetahuan hidup anggota keluarga yang lain (ayah, ibu, istri, suami, saudara, dan anak) agar bisa ada saling beradaptasi di antara para anggota keluarga tersebut.

"Bagaimanapun, sebelum kita berbuat kebaikan untuk kehidupan kekuarga kita, hal yang harus kita perhatikan lebih awal adalah memahami diri kita sendiri.  Kita patut merenungkan kekurangan atau hal-hal negatif yang ada pada diri sendiri, termasuk juga sisi lebih atau positif diri." kata Teng Hui, Inspirator dan Motivator. 

Pemahaman demikian ini dapat mencegah terjadinya konflik dalam keluarga. Dengan kesadaran untuk membentuk kehidupan pribadi dan keluarga yang baik, kita terus berlatih untuk mengikis dan menghancurkan kotoran batin, berupa keserakahan, kebencian atau kemarahan. Persoalan, walaupun kecil, akan terasa sangat menyengat jika diboncengi oleh keserakahan, kebencian, atau kemarahan. Ada baiknya, persoalan yang timbul, walaupun kecil, patut diselesaikan. Pengabaian pada permasalahan, jika sering dilakukan, akan membentuk bom waktu yang siap meledak kapan saja. Bom yang berbahaya itu ternyata diri sendiri yang ciptakan. Dengan kesadaran yang ditumbuhkan, kejernihan pikiran dan keluhuran batin akan mewarnai kehidupan kita. 

Disisi lain, kelebihan, kemampuan, atau keunggulan yang ada pada diri kita di dalam lingkup suatu keluarga juga patut kita sadari dengan kejernihan pikiran, jangan sampai menjadikan sombong yang bisa berkembang menjadi otoriter atau mau menang sendiri. Satu ide yang cemerlang jika kelebihan yang ada itu kita dijadikan sebagai tauladan yang bijaksana dalam keluarga. 

Teng Hui memberikan  beberapa poin hal yang patut dicermati dalam membangun keluarga.

1. Tidak membandingkan satu dengan yang lain dalam keluarga karena ini bisa menimbulkan rasa iri atau mindernya anggota yang lain. Jika mau disadari, sesungguhnya tiap anggota keluarga mempunyai kelebihan maupun kekurangan sendiri-sendiri. 

2. Tidak saling menyalahkan karena tindak ini tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan akan menimbulkan masalah baru. Jika terjadi permasalahan dalam keluarga, masing-masing perlu memiliki tanggung jawab secara bijak dan pada posisinya, terutama posisi sebagai kepala keluarga.

3. Tidak mengeluh karena mengeluh adalah tindakan sia-sia, hanya buang waktu dan energi. Mengeluh akan mengganggu ketenangan dan kejernihan pikiran anggota keluarga yang lain. 

4. Tidak merisaukan karena merisaukan sesuatu dalam keluarga juga akan menimbulkan kegelisahan dalam keluarga. Mencari solusi dengan hati dingin dan jernih atas hal yang dirisaukan adalah pilihan lebih baik. Dengan kesabaran dan kejernihan hati semua persoalan akan bisa diselesaikan dengan baik. 

5. Tidak membesar-besarkan masalah. Jika ada persoalan sebesar apapun harus segera kita kecilkan bahkan ditiadakan melaui penyelesaian yang benar, baik, dan patut.  Sekecil apapun persoalan, jika dipersoalkan tidak pernah menjadi reda, tetapi selalu menjadi persoalan dan menambah kerumitan. Umumnya, dorongan seseorang mempersoalkan sesuatu disebabkan oleh kotoran batin, seperti: keserakahan, kebencian, atau kemarahan.

6. Secara alami, anggota keluarga yang masih anak-anak akan menjadi dewasa dengan memiliki kehendaknya masing-masing. Kreativitas anak patut didukung dengan ketulusan. Bukan hal yang baik memaksakan kehendak kepada anak-anak yang sudah secara positif menuruti kehendak. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X