Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Dosen ITB Ciptakan Superkapasitor Mobil Listrik Dengan Manfaatkan Limbah Kelapa Sawit

Inspirasi
01 Jul 2018
Dosen ITB Ciptakan Superkapasitor Mobil Listrik Dengan Manfaatkan Limbah Kelapa Sawit

hariansuara.com, Jakarta - Tim peneliti ITB yang terdiri Dr. Tirto Prakoso ST,M.Eng., Dr.Ir. Isdiriayani, Hary Devianto ST,M.Eng.,Ph.D., dan Dr.Eng. Pramujo Widiatmoko ST,MT  berhasil memanfaatkan limbah kelapa sawit untuk superkapasitor mobil listrik. 

Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman yang kaya akan kandungan unsur karbon yang merupakan hasil fiksasi CO2 atmosfer. Produk utama dari pengolahan tandan buah sawit yaitu minyaknya atau yang dikenal sebagai Crude Palm Oil (CPO). Sedangkan produk sisanya yaitu tandan kosong sawit (TKS), serat sabut dan cangkang, serta inti biji (kernel) kebanyakan berakhir menjadi limbah. 

“Itu bukan limbah, tetapi produk biomassa lainnya” ujar Tirto. Kandungan hemiselulosa, lignin, dan selulosa yang masih tinggi pada biomassa sisa tersebut memungkinkan ekstrasi kandungan unsur karbon di dalamnya. Opsi terbaik yaitu mengolahnya hingga menjadi nanokarbon agar dapat digunakan untuk membuat superkapasitor mobil listrik. 

Proses pengekstrasian dimulai dengan menghancurkan biomassa tersebut kemudian proses karbonisasi hidrotermal dilakukan dengan menggunakan ZnCl2 sebagai aktivator. Setelah penghilangan mineral logam yang tak diinginkan (re:abu) akan didapati dua jenis produk yaitu bio-char dan bio-oil.

 Beberapa perlakuan khusus diperlukan hingga pada akhirnya akan didapati graphene, karbon aktif, dan Carbon Nanotubes (CNT). Karbon aktif digunakan sebagai bahan untuk support layer sedangkan graphene dan Carbon Nanotubes (CNT) yang memiliki kemampuan transfer elektron tinggi digunakan sebagai bahan yang ditambahkan di atas support layer. Superkapasitor dengan kapasitas 3 farad per gram telah berhasil dibuat pada proyek penelitian pertama. 

Rendemen yang diperoleh dari biomassa kering untuk superkapasitor ini mencapai 70 persen. Dengan hasil yang memuaskan tersebut, pihak peneliti ITB sedang mengusahakan klaim paten atas temuannya. 

Untuk ke depannya, proyek ini akan difokuskan untuk mengejar kuantitas karena superkapasitor yang digunakan pada mobil listrik cukup besar berdasarkan nilai farad yang dibutuhkan. Nilai tambah yang mencapai 500 kali dari nilai awal biomassa sisa industri sawit hingga menjadi elektroda supekapasitor ini menjadi hal yang menjanjikan bagi industri komponen elektronik di Indonesia.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X