Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Incest, Cinta Terlarang Ibu Dan Anak

Sosok
08 Apr 2017
Incest, Cinta Terlarang Ibu Dan Anak

 

Seorang ibu dan anak laki-lakinya terpisah sejak bayi. Ketika bertemu 19 tahun kemudian, mereka jatuh cinta sebagai kekasih. Kisah tragis ini terjadi di Mexico.

 

Tragedi ini berawal saat Monica Mares, ketika berusia 16 tahun melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan. Monica belum siap menjadi ibu, karenanya, ia mengijinkan putranya itu diadopsi oleh keluarga Amerika di Texas.

 

Monica kemudian menikah dan tinggal di Clovis, New Mexico. Ia memiliki 8 anak, namun kemudian bercerai dari sang suami. Ia membesarkan anak-anaknya seorang diri.

 

 

Berjumpa di dunia maya

 

Saat senggang ia berinteraksi di FB dengan teman-temannya. Dunia maya ini merupakan hiburan yang menyenangkan bagi wanita yang tahun ini berusia 37 tahun itu. Seorang wanita yang telah matang. Di tahun 2015 ia mendapatkan teman baru, seorang anak muda berusia 19 tahun, namanya Caleb Peterson.

 

Ketika berbincang, alangkah kagetnya Monica saat mengetahui bahwa teman baru ini adalah anak laki-lakinya, yang dulu pernah diserahkan untuk diadopsi orang Amerika.

 

Kenyataan itu makin membuat mereka akrab. Mereka sering chat di FB. Namun pada akhir 2015 mereka saling jatuh cinta di dunia maya.

 

Akhirnya mereka sepakat untuk bertemu. Monica akhirnya berkunjung ke rumah orangtua angkat Caleb di Texas. Ternyata keluarga mereka itu tak jadi mengadopsi secara hukum namun mengasuh dan memberi pendidikan pada Caleb.

 

Pertemuan itu sangat mengharukan bagi keduanya. “Caleb melihatku dan aku tidak dapat menerima kenyataan bahwa ia anakku. Di mataku ia seorang pria yang baru pertama kali kutemui. Ia menangis ketika memelukku,” kata Monica.

 

 

Serumah dan saling jatuh cinta

 

Hari bersejarah itu mengubah segalanya di kehidupan selanjutnya.

 

Caleb sendiri mengakui, “Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Ketika bertemu dengannya pertama kali, bagiku ia adalah wanita yang kutemui pertama kali. Bukan sebagai ibu. Aku tidak dapat menganggapnya sebagai ibu,” kata Caleb.

 

 

Perasaan ini oleh beberapa ahli psikologi disebut GSA. Yaitu daya tarik seksual antara kerabat dekat, misalnya saudara sekandung, orang tua dan anak. Sepupu pertama dan kedua, dimana mereka pertama kali bertemu sebagai orang dewasa.

 

Perasaan itu tak beda dengan yang dirasakan Caleb. “Ketika berjabat tangan tangan dengannya, aku merasakan sensasi yang belum pernah kualami. Dan aku yakin, saat itu aku sudah jatuh cinta padanya. Sebagai cinta pria pada kekasihnya,” begitu Caleb mengaku. Ia tak peduli wanita itu telah berusia 37 tahun dan bahkan telah melahirkan 8 orang adiknya.

 

Ketika Monica kembali ke Mexico, tak berapa lama kemudian Caleb menyusulnya. “Ia membawa truknya dan tinggal bersama kami.”

 

Sejak saat itu mereka tinggal serumah. Caleb tak mau lagi kembali ke Amerika. Ia tak mau meninggalkan wanita yang membuatnya jatuh cinta.

 

Kehidupan mereka sangat membahagiakan. Keduanya sangat mesra dan sering berjalan berdua di taman. Melewati saat-saat romantis layaknya pasangan yang tengah kasmaran. Mereka melakukan hubungan seksual.

 

Adik-adik Caleb pun mulai memanggil Caleb dengan sebutan papa.

 

Awalnya Monica memperkenalkan Caleb pada tetangga bahwa ia adalah anak kandungnya, anak sulung yang diadopsi orang lain.

 

Dan sekitar 3 bulan kemudian ketika melihat kemesraan Monica dan Caleb yang berbeda layaknya ibu dan anak kandung, para tetangga mulai bergunjing. Keduanya tak peduli.

 

 

Sampai kemudian seorang tetangga menegur kelakuan mereka yang dianggap tak pantas dan menyalahi aturan. Ini adalah incest, percintaan antar keluarga dekat yang dilarang agama dan hukum.

 

Ada sekitar 50 negara yang melarang incest dan menganggap itu sebuah pelanggaran. Hukuman yang ditimpakan bervariasi, sesuai dengan hukum setempat yang berlaku.

 

 

Ditangkap polisi

 

Pasangan itu bertengkar hebat dengan sang tetangga yang kemudian melapor ke polisi setempat.

 

Polisi kemudian menangani kasus tersebut. Dan benar. Keduanya ditangkap dan harus berurusan dengan pengadilan karena didakwa melakukan incest.

 

Keduanya mendapat hukuman percobaan 3 tahun. Artinya kalau dalam 3 tahun mereka melangggar apa yang telah ditentukan oleh hakim, mereka akan dipenjara.

 

Untuk menghindari hukuman penjara, Monica di depan para juri akhirnya mengaku bersalah.

 

Hakim memerintahkan agar keduanya tidak boleh saling bertemu, harus tinggal berjauhan dan tak berhubungan lagi.

 

Bukan itu saja. Monica juga tak diijinkan untuk menemui ke 8 anak-anaknya. Dia harus tinggal sendiri di tempat yang jauh dari mereka.

 

 

Pasangan ini sebenarnya bisa dituntut 18 bulan penjara, Namun seperti dilansir Daily Mail,  Jaksa Andrea Reeb, yang menangani kasus yang tidak biasa ini, memberi hukuman percobaan. Alasannya karena keduanya tidak memiliki catatan kriminal. Dan pengobatan adalah lebih penting dalam kasus ini.

 

Monica dalam sebuah wawancara menyatakan, “Dia adalah cinta dalam hidupku dan aku tidak ingin kehilangan dia. Anak-anakku juga mencintainya, tapi seluruh keluargaku menolaknya. Tapi tak ada yang bisa memisahkan kami. Tidak pengadilan, atau penjara, tidak ada.”

 

Bahkan Monica sempat menambahkan, “Kalau aku harus memilih apakah diijinkan menengok anak-anakku yang 8 itu atau bertemu Caleb, maka aku akan memilih Caleb.”

 

 

Mawar merah untuk kekasih

 

Selama masa hukuman percobaan ini, Monica hidup `mengembara` dalam sebuah van. Sedang  Caleb tinggal di rumah kontrakan jauh dari rumah ibunya dulu.

 

Hampir setiap hari Caleb pergi ke taman tempat ia dan sang kekasih, ibu kandungnya, sering berdua. Lalu ia meletakkan sekuntum mawar merah di kursi taman tempat mereka biasa duduk.

 

 

Nanti, pada jam yang lain, Monica akan tiba di taman tersebut. Mengambil mawar merah dari Caleb, setelah merenung sendirian di sana.

 

“Saya mencintainya. Kami akan tetap bersama, kelak,” tutur Caleb dengan sedih. “Nanti setelah masa percobaan habis, kami akan menemukan tempat dimana percintaan kami tidak dilarang. Tempat yang memungkinkan kami bersama-sama."

 

Caleb menambahkan bahwa ayahnya tidak lagi mengakuinya ketika tahu dia dan ibunya saling jatuh cinta sebagai kekasih. Belum lagi komentar yang tajam di FB tentang hubungan keduanya. Namun keduanya tetap bertahan dan tak memedulikan semua itu.

 

"Ada banyak komentar negatif kubaca di Facebook. Misalnya, itu hubungan yang menjijikkan, itu kotor, dan sebagainya. Tapi tidak ada salahnya aku cuek saja, tidak terpengaruh hal itu sama sekali,” kata Caleb. "Jika mereka berada dalam situasi seperti yang  kualami, maka mereka akan mengatakan sebaliknya.“

 

Caleb menambahkan, “Sepanjang hidupku aku merasa sendirian, tidak punya siapa-siapa. Lalu suatu saat ada seseorang. Dia begitu penuh perhatian, begitu peduli, begitu penuh cinta. Dan aku merasa sangat bahagia. Apakah aku bersalah untuk rasa bahagia yang kudapatkan?” (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU