Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Bahayanya Jika Beri Makan Daging Mentah ke Anjing Anda

Lifestyle
12 Jan 2018
Bahayanya Jika Beri Makan Daging Mentah ke Anjing Anda

hariansuara.com, Jakarta - Produk daging mentah yang dijual di toko hewan peliharaan mengandung tingkat bakteri dan parasit yang mengkhawatirkan yang bisa membuat hewan peliharaan dan pemiliknya sakit

Daging mentah, yang disebut-sebut oleh beberapa orang sebagai makanan super cepat yang mudah dicerna dan mengandung nutrisi untuk anjing dan kucing , tidak hanya membahayakan hewan peliharaan tapi juga kesehatan Anda sendiri.

Sebuah survei yang dilakukan tim dari Belanda terhadap produk daging mentah beku yang dijual di toko hewan peliharaan dan supermarket di Belanda, di mana lebih dari separuh pemilik anjing membeli barang-barang tersebut mengungkapkan tingkat bakteri dan parasit yang mengkhawatirkan.

Patogen termasuk bakteri seperti E. coli, Salmonella dan Listeria, yang dapat menyebabkan infeksi ringan sampai berat, dan parasit Toxoplasma gondii, yang menyebabkan toksoplasmosis dengan kerusakan otak dan mata pada kasus manusia yang jarang terjadi.

"Jelas bahwa RMBD komersial (makanan berbasis daging mentah) dapat terkontaminasi dengan berbagai patogen bakteri dan parasit zoonosis," kata penulis penelitian yang diterbitkan di jurnal Vet Record.

Patogen semacam tidak hanya membuat sakit hewan, namun menimbulkan ancaman yang lebih besar pada manusia jika hewan peliharaan itu menjilati wajah atau tangan. Hal Ini juga membahayakan ternak peternakan melalui penumpukan bakteri dan parasit yang tertelan ke lingkungan alami, dan dapat menyebarkan kuman resisten antibiotik yang ada dalam makanan mentah.

Dari 35 makanan mentah dari delapan merek yang dianalisis untuk penelitian ini, delapan (23 persen) memiliki jejak jenis E.coli yang berbahaya bagi manusia, sementara hampir setengahnya terbukti positif terhadap Listeria.

Dua produk terinfeksi dengan T. gondii. "Ini berbeda dengan makanan hewani kering, semi lembab dan kalengan, yang jarang terkontaminasi patogen," kata tim peneliti dikutip AFP, Jumat, (12/1).

"Penting untuk mendorong kesadaran akan kemungkinan risiko yang terkait dengan memberi makan RMBD kepada hewan peliharaan dan pemilik hewan peliharaan harus dididik tentang kebersihan pribadi dan penanganan RMBD yang tepat," tambahnya. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU