Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Meneladani Sifat Mulia Rasulullah

Motivasi
19 Dec 2017
Meneladani Sifat Mulia Rasulullah

hariansuara.com, Cipanas - Umat Islam sedunia baru saja memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW. “Kelahiran Rasulullah SAW sesuatu yang luar biasa, berbeda dengan umat manusia lainnya. Kelahiran Nabi Muhammad SAW khususnya untuk menerangi hidup dan kehidupan manusia di bumi yang semula gelap gulita. Utamanya untuk mengubah kehidupan manusia yang awal mulanya dipenuhi dengan kejahiliahan," jelas KH Sholahudin Al Ayubi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

"Menurut sebagian ulama, selama 507 tahun setelah Allah mengangkat Nabi Isa ke langit, tidak ada yang mendakwahkan ajaran Allah. Karenanya, kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan kelahiran yang mendatangkan risalah, kebenaran, aturan/ hukum untuk menghubungkan antara Sang Khalik dengan makhluknya, dan juga makhluk dengan makhluknya.”

Maka kelahiran Rasulullah SAW disambut dengan suka cita oleh semesta alam, khususnya umat manusia. Seperti firman Allah dalam surah Al Ahzab Ayat 21, kelahiran Rasulullah SAW pada 12 Rabi’ul Awal di Tahun Gajah, bertepatan dengan 20 April 571 M itu merupakan lahirnya rahmatan lilalamin, rahmat bagi seluruh alam semesta dan isinya.

Rasulullah SAW lahir dan diutus Allah SWT, Rasulullah untuk menyampaikan wahyu yang diberikan kepada beliau, yaitu berupa Al Quran yang tersurat dan tersirat, serta perkataan dan perbuatan (as sunnah) yang menjadikan hukum bagi semua manusia. Beliau juga memegang teguh ajarannya, ketaatannya kepada Allah (habluminallah) dan juga yang berhubungan dengan manusia (habluminanaas).

“Alhamdulillah, tanpa meminta atau memohon, Allah SWT menjadikan kita sebagai umatnya. Sepatutnya kita harus bersyukur dijadikan sebagai umat beliau. Caranya, dengan mencontoh akhlak Rasulullah SAW. 

 

MOTIVASI DARI PRIBADI RASULULLAH SAW 

Ada empat sifat Rasulullah SAW yang mesti kita teladani: shiddiq (jujur), amanah (dapat terpercaya), fathonah (cerdas) dan tabligh (menyampaikan). “Sebagai umat Rasulullah, kita wajib menjadi orang yang benar, jujur, amanah, cerdas dalam berpikir dan bertindak, serta senantiasa menyampaikan kebenaran dari Allah SWT, walaupun satu ayat, meskipun terasa pahit. InshaAllah kita akan menjadi umat Rasulullah SAW,” tambah Ustadz Ayub, demikian ia akrab disapa.

Maulid Nabi Muhammad juga merupakan momen yang mempererat persatuan dan kesatuan, khususnya umat muslimin sedunia. Rasulullah SAW kemudian diutus dalam usia 40 tahun dan beliau berhijrah ke Madinah, yang ketika itu telah terjadi permusuhan selama ratusan tahun, yaitu Suku Khojraj, SukuAos dan juga suku-suku lainnya.

Alhamdulillah dengan kehadiran Rasulullah SAW semuanya bisa didamaikan atau dipersatukan. Begitu pula Rasulullah mempersatukan antara Kaum Muhajirin dan Kaum Anshor, sehingga mereka seperti saudara, bahkan melebihi itu. Oleh karena itu, Rasulullah SAW membangun Masjid Kuba sebagai tempat mempersatukan umat, khususnya kaum Muslimin.

“Dengan bersatunya umat Islam, kita akan mampu memerangi kedholiman atau kemurkaan yang ingin menghancurkan Islam. Di Madinah, orang-orang kafir membangun Masjid Al Diror. Tujuannyauntuk menghancurkan persatuan dan kesatuan umat Muslim. Namun, dengan pertolongan Allah SWT, gerak-gerik kafir itu terbongkar," tandas Ustadz Ayub. 

 

HIDUP DIISI DENGAN IBADAH

Ustadz Ayub melanjutkan, peringatan Maulid sudah dilaksanakan. Mari kita ikuti langkah-langkah Rasulullah SAW. Sebagai contoh, melaksanakan sholat berjamaah, berdzikir, bersholawat, menyantuni fakir miskin dan anak yatim serta lebih giat mencari ilmu.

“Itulah cara kita memaknai Maulid Nabi SAW. Inti dari PHBI (Peringatan Hari Besar Islam), bukanlah dengan berhura-hura, melainkan sepenuhnya beribadah kepada Allah. Begitupun dalam menjalankan hidup ini, kita senantiasa harus mengisinya dengan beribadah,” tutupnya. (*)

 

Mungkin Anda Akan Menyukai Ini

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU