Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

INFID: Negara Tidak Boleh Kalah dengan Kelompok Intoleran

Nasional
13 Feb 2018
INFID: Negara Tidak Boleh Kalah dengan Kelompok Intoleran

hariansuara.com, Jakarta -. International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) mengecam dan mengutuk penyerangan kepada Romo Prior SJ dan beberapa jemaat serta petugas yang sedang beribadah di Gereja St Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta (11/2).

Berbagai kasus tindakan intoleransi dan kekerasan yang dilakukan slbelakangan ini seperti (1) Persekusi dan pelarangan kegiatan ibadah terhadap Biksu Mulyanto Nurhalim yang terjadi di Legok, Tangerang, (2) Penyerangan brutal saat salat subuh di masjid terhadap KH Umar Basri, pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah, Bandung dan berbagai aksi kekerasan dan persekusi lainnya yang menggunakan sentimen-sentimen keagamaan telah mengancam dan meneror masyarakat serta menodai nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi.

INFID dalam siaran persnya mendesak Sultan Yogyakarta sebagai pelindung, pengayom masyarakat serta sebagai Kepala Daerah DIY untuk lebih tegas dalam menyikapi peristiwa kekerasan tersebut. Pihak Kepolisian harus secara cepat dan tegas mengusut bukan saja pelaku langsung tetapi juga memastikan motif, tujuan dan jaringan kerja dari pelaku tindakan tersebut. Ini dilakukan sebab dikhawatirkan aksi tersebut merupakan bagian dari sebuah rangkaian aksi yang lebih besar dan berpotensi mencederai kebinekaan Indonesia.

"Dalam merespons aksi-aksi tersebut, aparat keamanan dan aparat penegak hukum harus mengutamakan penegakan hukum (law enforcement), bukan semata penyelesaian secara kekeluargaan seperti yang terjadi di Legok, Tangerang." tulis siaran pers tersebut.

Dalam hal ini Negara harus hadir melindungi warga Negara utamanya termasuk dalam menjamin kebebasan beriagama dan berkeyakinan. INFID mendukung dan mengapresiasi dialog antar-pemuka agama yang telah menghasilkan kesepakatan bersama untuk memperkuat kerukunan warga di tengah meningkatnya tren intoleransi akhir-akhir ini.

Kesepakatan yang berisi pandangan untuk bernegara dan berkehidupan sosial harus diadopsi dan diedukasi kepada semua elemen masyarakat. Internalisasi nilai-nilai ini harus diperkuat melalui kontribusi semua pihak untuk mengampanyekan, termasuk di dunia maya. Momen ini tepat dilakukan sebagai kontra-narasi di tengah situasi maraknya siar kebencian (hate-speech)dan kabar bohong (hoax) yang disebarkan tidak hanya di dunia maya, tetapi juga di rumah-rumah ibadah.

Patut digarisbawahi bahwa kesepakatan yang dicapai melalui dialog antar-iman ini merupakan penegasan bagi semua masyarakat atas kemajemukan Indonesia. INFID mengimbau kepada semua pihak, utamanya politisi, pemangku kebijakan dan seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi bersama untuk memastikan kehidupan yang damai dalam menghadapi tahun-tahun politik 2018 dan 2019. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU