Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Gitar Made In Sidoarjo Mendunia

Peluang Usaha
11 Mar 2018
Gitar Made In Sidoarjo Mendunia

hariansuara.com, Jakarta - Gitar sepertinya telah menjadi bagian hidup Julius Salaka, founder dari Stephallen Guitar. Ya, pria yang telah malang melintang dalam industri pembuatan gitar ini mengatakan dari dulu suka musik, terutama gitar.

Sekitar 1980-an, Julius muda 'akrab' dengan instrumen gitar. Hasrat bermusiknya terus tumbuh dalam jiwanya. Namun itu masih sebatas hobi,  sampai tiba krisis moneter pada 1997. Julius memutuskan untuk membuat gitar. Momen itulah yang menjadi titik balik dari semua perjalanan hidupnya kini, meskipun tidak tebersit keinginan untuk totalitas membuat gitar.

Julius tipikal personal yang selalu mau belajar. Ilmu membuat gitarnya di peroleh dengan belajar sendiri alias otodidak. Buku-buku yang dibeli via internet dilahapnya. Tak jarang ia pun juga sharing dengan teman-teman gitaris.

Terus mencoba-dan coba, dan untungnya Julius dibantu salah seorang asisten yang memang sudah memunyai skill membuat gitar. Saat itu masih menggunakan alat-alat tradisonal, sampai suatu saat dia mengembangkan dan menggunakan hand machine untuk meraih kualitas gitar yang lebih bagus.

Produksi gitar pun mulai berjalan. Tanpa dinyana banyak orang yang memesan dan menyukai produk gitar buatannya. Hingga sampai 2000 lalu, Julius memutuskan untuk lebih serius menekuni bidang ini dan membuat merek gitar sendiri.

Terinspirasi dari Nama Anak

Perihal nama, merek Stephallen terpikir olehnya, karena tidak ada yang berani membuat produk gitar di Indonesia dengan merek sendiri. Julius bercerita,  masa itu kebanyakan orang yang memesan memang maunya cloning dari merek-merek yang sudah ada dan terkenal.

“Saya hanya berpikir kenapa harus memperluas brand orang lain, sedangkan hasil kita sudah bisa diakui orang secara kualitas. Akhirnya saya memutuskan nekat membuat merek Stephallen yang terinspirasi dari nama kedua anak saya, Stephen dan Allen,” tutur Julius kepada hariansuara.com beberapa waktu lalu.

Memang berat pada awalnya membangun kepercayaan customer dengan merek yang baru. Kebanyakan memang masih brand minded dengan produk-produk dari luar. Julius mengatakan, itu tidak salah juga, karena memang produk-produk yang sudah ada terbukti berkualitas jadi andalan para musisi. Hal itu justru memacu Julius untuk membuktikan bahwa produk Indonesia  tidak kalah kualitasnya. 

Strategi penjualan Stephallen Guitar mulai dengan custom order. Artinya, Julius membuat gitar memenuhi permintaan konsumen akan spesifikasi dan ukuran tertentu sesuai keinginan mereka. Dari pengalaman yang Julius kerjakan, muncul satu kesimpulan terhadap ukuran dan spesifikasi yang bisa diterima oleh semua orang.

Pada prinsipnya Julius selalu mengutamakan tiga hal penting dalam pembuatan gitar: Playbility (kenyamanan seseorang dalam memainkan gitarnya atau tanpa banyak kesulitan), Konstruksi (berkaitan dengan craftmanship, khususnya dalam proses pembuatan, kerapian maupun intonasi yang sangat vital bagi sebuah gitar) dan Sound (berkaitan dengan material dan sejumlah parts yang mau digunakan). Ketiga hal ini merupakan ciri khas Stephallen Guitar yang memang seharusnya ada pada setiap alat musik gitar.

Ikut Pameran Gitar Internasional

Nah, Julius dengan Stephallen Guitar sangat rajin berpromosi. Tidak hanya di dalam negeri, bahkan sampai luar negeri. Gitarnya pernah mejeng di ajang National Association of Music Merchants (NAMM) yang diselenggarakan di negeri Paman Sam.

Bukan tanpa alasan Julius mencoba eksis di luar.  Dia bercerita, pada awalnya dirinya memang melihat kejenuhan dari pasar lokal gitar di Indonesia. Terutama mindset orang yang masih brand minded. Dari kondisi tersebut dia berpikir seharusnya Stephallen branding ke luar negeri, baru lah masyarakat Indonesia akan mengakuinya. Padahal selama itu sudah cukup banyak musisi Indonesia yang membantu mempromosikan Stephallen Guitar dengan memakainya saat manggung maupun recording.

Ajang NAMM show, baginya, menjadi sarana yang tepat untuk memulai meskipun sudah beberapa kali Julius mendapat undangan berpameran di Eropa. Tetapi dia berkeyakinan kalau Amerika merupakan kiblat musik dunia.

Pertama kali mengikuti acara NAMM bukan perkara mudah. Di samping besarnya biaya, juga ada rasa kurang percaya diri sampai saat event tersebut berlangsung. Ternyata respons publik cukup bagus, hingga akhirnya ada beberapa gitaris AS yang menggunakan Stephallen.

“Bermodalkan kesuksesan awal itu, saya memutuskan untuk setiap tahun mengikuti ajang pameran tersebut. Dan terbukti sampai saat ini nama Stephallen cukup dikenal di dunia pergitaran. Secara kualitas, kita bisa sejajar dengan produk-produk luar,” kata Julius yang gitarnya pernah dipakai I Wayan Balawan, Dewa Budjana dan Tohpati ini.

Selain itu, ajang NAMM show merupakan pesta musik dunia, karena di situ tempat berkumpulnya para pemain industri musik, artis, manajemen artis, manufaktur, distributor dan banyak hal yang berkaitan dengan musik karena disitu semua unsur alat musik dipamerkan.   

Baginya, pasar AS sangat luas dan masih banyak juga produk lokal AS sendiri yang bermunculan tiap tahunnya. Dan sampai saat ini Stephallen Guitar mendapat kepercayaan dari dua brand AS untuk memproduksi gitar secara OEM dengan merek mereka. Hal ini baginya sudah merupakan kebanggaan, karena mendapat kepercayaan mereka. Ini juga menjadikan salah satu jalan branding Stephallen melalui strategi kolaborasi marketing dengan mereka.

“Untuk pameran saya memang fokus di Amerika Serikat dulu sampai saat ini. Namun untuk penjualan Stephallen selain di Amerika, kami sudah sampai di Eropa, Amerika Selatan, Asia dan pastinya Indonesia. Kebanyakan mereka order melalui email dan media sosial yang ada,” kata Julius.

Walaupun berhasil sampai ke luar negeri, Julius masih menyimpan harapan. “Saya hanya mau menjaga keberadaan Stephallen Guitar, terutama dari sisi kualitas dan improvisasi produk. Saya berharap bisa menjadikan brand Indonesia ini diterima di dunia musik internasional,” pungkasnya. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X