Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Dari Tukang Tambal Ban, Sering Digusur, Kini Punya 21 Gerai Es Doger

Peluang Usaha
07 Sep 2017
Dari Tukang Tambal Ban, Sering Digusur, Kini Punya 21 Gerai Es Doger

 

hariansuara.com, Jakarta - Selepas lulus SMA, Arief Rustanto (26) sempat gundah gulana. Galaunya lebih kepada dimana dia akan kerja  nanti setelah lulus. Tanpa pikir panjang dan rezeki tak mungkin turun dari langit, Arif mulai bekerja apa saja.  Pertama dia mencoba peruntungan bekerja di pabrik di tanah kelahirannya, Solo. Namun kerja di pabrik dengan gaji kecil tidak bisa dibuat pegangan untuk masa depannya.

 

Arief mencoba peruntungannya yang lain, yaitu menjadi tukang tambal ban. Menjadi tukang tambal ban ternyata lebih baik daripada kerja di pabrik. Hanya saja, lagi-lagi Arief berpikir tidak selama juga dia harus menjadi tukang tambal ban. Akhirnya, dia memutuskan unuk hijrah ke ibukota dan bekerja di sebuah resto.

 

Di resto inilah dia berkenalan dengan es doger, sebuah  traditional dessert yang berasal dari Bandung. Arief mulai belajar  bisnis  dari hulu ke hilir.  “ Ternyata setelah saya mengamati setiap kali ada orang yang beli es doger, besoknya beli lagi dan  prospeknya sangat bagus” tuturnya beberapa waktu lalu di Ciracas, Jakarta Timur.

 

Pria asal Solo ini lalu memberanikan diri  menjual dan menciptakan sendiri es dogernya. Setiap bulan gaji Arif sisihkan untuk membuat gerobak. Hari liburnya dimanfaatkan membuat gerobak sendiri dan mengumpulkan peralatan-peralatan. Dengan modal awal Rp.3 juta, mulailah Arief mulai menjual es dogernya di tahun 2009.  Saat itu, nama es dogernya bukanlah Mr. Doger, namun nama lain yang Arief lupa. Nama Mr. Doger, barulah muncul ketika dia perlu nama yang keren dan mudah diingat oleh semua orang.

 

Sebelum  membuka gerai pertamanya, es doger Arief mangkal dari satu tempat ke tempat lainnya. Pernah suatu ketika, sempat dia merasakan kejamnya ibukota terlebih lagi saat musim penghujan tiba. Es doger Arief otomatis tidak laku, kejadian itu diingatnya saat berada di depan stasiun Tanjung Barat.  Tak patah arang, payung es-nya pun dimanfaatkan Arif untuk menjadi tukang ojek payung bagi mereka yang tak ingin kehujanan.

 

Dalam perkembangannya, Mr. Doger berhasil membuka gerai kali pertamanya di samping Mal Cijantung, Jakarta Timur.  Tanpa dinyana , Mr. Doger-nya menjadi primadona. Sebelum buka Arief sebar-sebar brosur.  Namun apes, gerainya sempat terkena gusuran. Arif lalu berupaya kesana sini untuk bisa mengkal di sana lagi. Tetapi Arief tidak berhasil dan memang ada peraturan yang  tidak membolehkan dirinya untuk berjualan disana.

 

Arief lalu mencari lagi tempat untuk gerainya. Singkat kata, dewi fortuna berpihak ke dirinya, sekarang gerai Mr Doger yang dimiliki Arief telah berjumlah 21  yang tersebar di wilayah Jakarta Timur. Mr. Dogernya dibuat juga untuk dessert di acara pesta seperti wedding, kantor, hotel sampai open house, dan yang lainnya. “Mr Doger dijual di berbagai tempat dengan harga yang menyesuaikan, dari  Rp. 6000, sedangkan di event-event bisa mencapai Rp.20.000/gelas” tutur Arief. 

 

Arief menambahkan kelebihan dari Mr. Dogernya adalah  dibuat dengan bahan-bahan yang alami yang dikomposisikan dengan takaran tertentu sehingga menimbulkan  rasa yang tepat. Untuk topingnya untuk yang original, terdiri atas mutiara, ketan hitam, tape singkong. Untuk yang fruit ada yang manga, buah naga, dan yang lainnya. “ Apa yang membedakan, selain itu adalah cara produksi, hasil akhirnya yang berbeda, dan tidak menggunakan bahan pengawet dan tidak menggunakan es balok” .

 

Mr. Doger tidak menjajal waralaba sebagai upaya mengembangkan bisnis esnya. Arief punya alasan, sampai sekarang untuk role model waralabanya belum ketemu, produk dan brand bisa rusak di pasaran jika belum menemukan role modelnya. “ Memang hampir setiap hari ada yang minta joint franchise, tetapi sampai saat ini saya tahan dulu” katanya. 

 

Walaupun tidak mem-franchisekan produknya, keuntungan Mr. Doger terhitung lumayan. Hampir setiap hari ada pesanan diluar Mr. Doger yang dijual di gerai-gerai. Besalan orang yang meng-handle gerainya dengan 1 orang untuk satu gerai.  Semua produksi di kerjakan di tempat Arief di Ciracas. 

 

Arief  saat ini sedang melakukan  riset buat ekstrak powder es dogernya. Harapannya, semua orang dapat menikmati formula resep Arif untuk street food dan premium es Mr. Doger. “Untuk premium Mr Doger nantinya akan memanfaatkan nitrogen  dan ada pengembangan lagi dikedepannya” pungkasnya.   

 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X