Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Seven Dream City

Film Perdana Produksi Wakajzee Pictures: Frekwensi Mood, Di Radio Ada Kamu

Seven Dream City
07 Jan 2018
Film Perdana Produksi Wakajzee Pictures: Frekwensi Mood, Di Radio Ada Kamu

hariansuara.com,  Jember - ​Studio Wakajzee di Jember, Jawa Timur melebarkan sayap di bidang film dengan mengusung bendera Wakajzee Pictures. Sebagai gebrakan, pada 14 Februari 2018 akan tayang film besutan perdana mereka bertajuk Frekwensi Mood: Di Radio Ada Kamu.

Film berkisah tentang pencarian cinta sejati seorang penyiar muda bernama Gio. Ia dijuluki teman-temannya sebagai ‘Cowok Tiga Bulan’, karena selalu gagal dalam menjalin kasih dengan perempuan yang disayanginya. Terakhir, Viena, sang mantan, yang membuatnya tambah skeptis terhadap cinta. Sampai suatu ketika ia bertemu Arine, yang membuka mata dan hati Gio lebar-lebar, bahwa selama ini ada yang salah pada dirinya.

Nah, jelang tayang film perjuangan Gio mencari cinta sejati ini, hariansuara.com sempat mewawancarai sutradara muda Yudho Andriansyah. Berikut petikannya:

Hariansuara (HS): Dari mana lahir ide kreatif film Frekwensi Mood: Di Radio Ada Kamu?

Yudho Andriansyah (YA): Kelahiran film Frekwensi Mood: Di Radio Ada Kamu berawal dari kegelisahan saya bersama kawan-kawan Sevendream Band. Kami ingin terus berkarya, menghasilkan sesuatu yang secara esensi bisa menjadi monumen dan spirit sekaligus, yang bisa melibatkan banyak konten di dalamnya.

Melihat perkembangan gerakan teman-teman di luar yang aktif di bidang sinema, dan film juga semakin masif, kami memilih ‘film’ sebagai platform yang paling pas untuk mewakili konsep spirit kami itu. Terlebih keinginan untuk menjadikan profesi dalam sinematografi lokal menjadi konten industri kreatif yang berdiri sendiri, tidak hanya dipandang sebagai sub-konten dari sebuah event atau kegiatan.

 

 

HS: Boleh diceritakan tim kreatif di balik pembuatan film ini.

FM: Berbekal lagu-lagu dari SEVENDREAM BAND yang dalam tanda kutip belum sempat terpublikasikan, lahirlah sebuah premise (konsep dasar cerita) untuk mengangkat tema yang tidak jauh dari musik atau kehidupan anak-anak muda pada umumnya.

Muncul ide untuk menceritakan sebuah plot tentang hubungan percintaan yang tidak sekadar pada konteks tanpa pesan, melainkan tetap memberi pesan yang sangat relevan dengan kondisi anak-anak muda saat ini. Tentang bagaimana sebuah hubungan seharusnya tidak menjadi beban bagi orang yang menjalaninya. Sementara itu, kehidupan radio dan event musik menjadi setting agar apa yang ingin disampaikan tentang potensi Jember juga bisa terwakili.

Tim kreatif terdiri dari Bobby Rahadyan yang menggarap cerita dan skenario. Selama ini ia bergerak di bidang film dan sinema lokal. Rumah produksinya, Wakajzee Pictures, sebagai pionir dalam mengumpulkan tim produksi. Kemudian musisi dan seniman lokal, seperti Ahmad “Nial” Hamdan, Cak Londo, Toto “Tatto” ikut melengkapi konten. Jadi, selain sebagai talent, juga menjadi tim produksi yang ikut mewarnai film tanpa mengubah plot yang sudah dirumuskan.

HS: Bagaimana komentar Anda sebagai sutradara dalam film Frekwensi Mood: Di Radio Ada Kamu?

YA: Film ini menjadi debut pertama saya sebagai sutradara film. Sebuah pengalaman baru dalam menerjemahkan sebuah lagu, lalu menuangkannya dalam konsep cerita dan visual yang padat. Selain itu mesti bisa mewakili Jember secara utuh. Film ini sekaligus menjadi bukti, bahwa mencintai Jember hanya memerlukan spirit dan frekwensi yang sama.

Saya sangat bangga bisa bekerjasama dengan talent-talent berbakat dan tim produksi yang siang malam, bahkan sampai subuh terus mengejar suasana untuk mendapatkan scene yang diinginkan. Untuk soal baik atau jeleknya film itu nanti terpulang pada penilaian penonton. Yang jelas saya yakin, setelah menonton film ini, pandangan orang akan lebih terbuka tentang bagaimana seharusnya sebuah hubungan itu dijalani.

HS: Tentang jadwal dan konsep penayangan film Frekwensi Mood: Di Radio Ada Kamu bagaimana? Siapa saja sponsor yang digandeng?

AY: Konsep kemasan penayangan film unik ya, yang kami sebut SISI LOKAL (Silahturami Sineas/Sinema Lokal). Jadi, kami buka layar di beberapa spot dan lokasi, seperti sekolah, kampus, cafe atau tempat representatif lainnya yang memungkinkan. Selain pemutaran film, tim produksi juga menggelar workshop (diskusi santai) agar nilai edukasi dan share informasi juga tetap ada.

Tim produksi juga tengah menggagas konsep pemutaran di bioskop lokal di Jember sebagai bagian dari kemasan untuk publik pecinta film karya sineas lokal. Sejauh ini yang mendukung produksi film adalah Seven Dream City, Air Mineral Al Qodiri, dan KISS FM. Dalam penayangannya nanti, tim produksi tengah berusaha melibatkan partisipasi beberapa perusahaan besar. ​(*)​

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

2

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X