Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pandemi Corona Buat Pelaku Bisnis Catering Pernikahan Putar Otak untuk Survive

Ekonomi & Bisnis
20 May 2020
Pandemi Corona Buat Pelaku Bisnis Catering Pernikahan Putar Otak untuk Survive

hariansuara.com, Jakarta - Pandemi virus Corona atau Covid-19 datang tanpa belas kasihan. Virus ini membuat roda perekonomian jalan tertatih, tak hanya dalam tatanan ekonomi dunia, juga di Indonesia. Pelaku bisnis pun dibuat ketar ketir. Pemutusan hubungan kerja jadi harga yang harus dibayar. Tak sedikit pula yang tutup sementara bahkan sampai tutup selamanya. 

Dan diantara banyak lini bisnis ekonomi yang terdampak,  usaha catering pernikahan atau wedding catering menjadi satu yang paling amat terasa dampaknya dari pandemi virus corona.

Dimulai saat pihak kepolisian Republik Indonesia mengeluarkan maklumat di bulan Maret lalu dimana tertulis tidak boleh mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri. Bisnis pernikahan termasuk usaha catering pernikahan langsung makjleb

Tata Indriyatna, Wakil Sekjen Perkumpulan Penyelenggaraan Jasaboga Indonesia (PPJI), mengatakan Maret sudah tutup sementara untuk mengadakan acara pernikahan. 

"Januari masih ada acara pernikahan bahkan sampai Februari. Tapi awal Maret semua membatalkan dan menunda hajatan pernikahannya. Ada yang diundur tapi dengan kasih catatan jika pemerintah mengizinkan," tuturnya.

Bisnis Wedding sangat terimbas, omzetnya terjun bebas alias mendekati nol. Bisnis pernikahan ini, kata Tata, rentetannya sangat banyak, sebut saja mulai dari sanggar pernikahan, tata rias , dekorasinya, MC termasuk penyelenggara wedding. Dan semuanya sekarang istirahat. 

"Yang kehilangan mata pencaharian banyak karena bisnis ini melibatkan banyak orang," tuturnya.

Namun yang masih beroperasi adalah mereka yang punya usaha makanan online dan nasi boks. Tetapi bicara keuntungan atau omzet jelas tidak bisa disamakan dengan sebelum pandemi ada. Tata bilang, perbedaanya jauh sekali, bahkan hanya sampai lima persen omzetnya. 

Awalnya memang jualan online ini bagus, lama-kelamaan saking banyaknya yang kerja dari rumah dan istrinya juga dirumah, mereka mulai masak dan menjual makanannya ke lingkungan terdekat. Dilema juga, kata Tata, yang otomatis menurunkan penjualan makanan online.

Tata yang sekaligus owner dari Vessa Catering ini mengatakan bisnis cateringnya saja hanya sampai 10 persen omzetnya. Jauh beda saat normal, dimana sebulan bisa ada 35 acara kecuali bulan puasa. Bulan puasa sampai dua Minggu setelah lebaran tidak ada pernikahan.

Nah, dari Perkumpulan Penyelenggaraan Jasaboga Indonesia (PPJI), sendiri Tata selaku wakil sekjen organisasi beserta dengan anggota lainnya telah memberitahukan ke konsumen bahwa awal Maret tidak ada acara pernikahan. 

"Kita menganjurkan ke konsumen untuk menunda sementara acara resepsi. Pasalnya, untuk memutus rantai virus dan juga berisiko jika salah satu tamu terjangkit Corona akan berdampak pada semuanya, tak hanya yang punya hajatan tetapi juga penyelenggara pernikahan namanya bisa jelek," kata Tata.

Akan halnya dengan upaya untuk bertahan menjalankan bisnis, anggota dari PPJI diberitahukan tetap melakukan yang terbaik.  Dan rata-rata dari anggota PPJI masih tetap dengan usaha di bidang kulinernya. Seperti kerjasama dengan rumah sakit, kantor yang masih buka, kerjasama dengan organisasi sosial untuk distribusi pangan, dan lainnya. 

"Yang penting usaha kita masih tetap jalan. Para anggota diminta untuk tetap semangat karena Corona ini sifatnya sementara. Kita harus tetap berjualan dan berproduksi supaya bisnis tetap berjalan," tuturnya. 

Pun dengan Tata yang punya harapan supaya pemerintah lebih ketat lagi memberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) alih-alih supaya virus Corona biar cepat hilang. Jikapun kalau ingin PSBB dilonggarkan, protokoler kesehatannya yang harus diperketat dan mungkin bisnis masih bisa jalan.

Bagi pengusaha,  tutur tata, pandemi virus Corona ini dampaknya sangat berat. "Dilema bagi kita, pertama adalah omzet jatuh, kedua kita harus berpikir juga tentang karyawan soal gajinya terutama. Namun bagaimana pun kita harus semangat, karena pandemi ini hanya sementara," pungkasnya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X