Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Ekonomi Kuartal III Diprediksi Jeblok, Indef: Harus Siap Ancaman Resesi

Ekonomi & Bisnis
06 Aug 2020
Ekonomi Kuartal III Diprediksi Jeblok, Indef: Harus Siap Ancaman Resesi

hariansuara.com, Jakarta - Insititute for Development of Economics and Finance (Indef) mengingatkan agar rakyat Indonesia bisa mengantisipasi ancaman resesi. Ekonomi Indonesia pada Kuartal III tahun ini diprediksi akan minus.

Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, menyampaikan penanganan pandemi Covid-19 memberikan efek terhadap ekonomi nasional. Meski diketahui, pemerintah sudah melakukan upaya sampai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, faktanya kasus penyebaran virus terus saja melonjak.

"Nah saat PSBB dihapus pada Kuartal III kami prediksi kemungkinan pertumbuhan ekonomi negara kita masih negatif. Kenapa? Karena PSBB penting. Maka itu, rakyat sudah harus siap menghadapi situasi resesi," kata Tauhid, dalam webinar pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Dia menjelaskan bila benar Indonesia alami resesi maka akan makin besar angka pengangguran. Ia memperkirakan orang miskin bisa makin meroket. Hal ini berimbas terhadap pendapatan dan tingkat konsumsi masyarakat yang akan menurun.

"Kalau dari gejalanya tentu dampak terhadap kemiskinan bertambah. Pengangguran juga bertambah. Nah, PHK juga nih. Lebih parah dari pertama Corona mencuat," ujarnya.

Pun, ia mengingatkan pemerintah harus segera bersikap dengan mengeluarkan kebijakan stimulus. Ia menyindir agar tim ekonomi di kabinet pemerintahan Jokowi berhenti memberikan optimisme palsu terhadap rakyat.

"Jangan terus bicara bandingkan dengan negara lain. Sebab, yang penting bagaimana memikirkan nasib pertumbuhan ekonomi kita di Kuartal II ini," ujarnya.

Kata dia, dibandingkan dengan negara lain seperti India, maka negara tersebut perlahan mulai bangkit. Begitupun Korea Selatan, meski resesi tapi negara itu memperlihatkan grafik peningkatan.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia dilaporkan jeblok di angka -5,32 persen pada Kuartal II 2020. (*) lia/lia

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X