Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Koleksi Dara Baro by Wignyo Rahadi Memukau di Muffest 2019

Fashion
04 May 2019
Koleksi Dara Baro by Wignyo Rahadi Memukau di Muffest 2019

hariansuara.com, Jakarta - Kerajinan bordir asal Aceh memiliki ciri khas motif yang unik, serta warna yang semarak didominasi merah, kuning, dan hijau di atas warna dasar hitam yang elegan. Keindahan bordir Aceh diangkat oleh desainer Wignyo Rahadi dalam koleksi modest wear bertema Dara Baro yang didukung oleh Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe. 

Bordir Aceh yang digunakan dalam koleksi ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan WIgnyo kepada para pengrajin bordir di Kota Lhokseumawe, Aceh. Namun, tetap mempertahankan motif tradisi yang menjadi identitas bordir Aceh.

 

Wignyo mengembangkan keterampilan pengrajin yang semula hanya membordir tas kemudian beralih ke pembuatan bordir pada busana. Bila talenta sudah mengalir dalam darah, dengan sangat cepat para pengrajin bordir tas itu mengaplikasikan keterampilannya itu, meski hasil bordirnya cenderung kasar. Wignyo melakukan pembaruan dengan mengganti benang bordir khusus, dan hasilnya, menakjubkan! 

Itulah sekilas kisah dari rangkaian koleksi Dara Baro. Wignyo menggunakan tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dalam pilihan warna cerah lime green yang diaplikasikan bordir Aceh dengan benang warna emas yang kontras. Terlihat menonjol ornamen bordir khas Aceh, seperti motif Pinto Aceh, Pucok Rebong, Awan Beriring, dan Karawang Gayo. 

Wignyo, terinspirasi oleh busana tradisional Aceh yang dikenal dengan istilah Dara Baro, merancang padanan baju kurung dan celana dengan sentuhan kontemporer. Koleksinya meliputi celana dan tunik atau kaftan, serta abaya yang dikombinasi outer (jubah) panjang. Selain bordir Aceh, koleksi busana ini ditampilkan dengan aksentuasi patchwork (tenik perca) tenun ATBM serta tenun corak Sobi dan Salur Bintik, ciri khas tenun ATBM produksi Tenun Gaya, brand desainer Wignyo.

SEKELUMIT TENTANG WIGNYO RAHADI

Wignyo Rahadi desainer yang konsisten mengembangkan desain dan teknik kerajinan tenun Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Ia mengawinkan inspirasi dari motif kain dan kerajinan tradisional dengan sentuhan modern, sehingga menghasilkan tenun cantik dengan label Gaya, dapat diterima oleh lintas generasi. Ia juga merangkul banyak pihak untuk mengembangkan dan memberdayakan ketrampilan terkait tenun dan desain para pengrajin di sejumlah daerah. 

Komitmen Wignyo Rahadi ini pun membuahkan penghargaan UPAKARTI kategori Jasa Pengabdian pada bidang usaha pengembangan industri tenun pada 2014, lalu apresiasi dari dalam luar negeri. Sebut saja, penghargaan Pemenang Lomba Selendang Indonesia pada 2019, dan 2018 dari Adiwastra Nusantara Kategori Selendang Tenun Katun, Dekranas Award 2017 Karya Kriya Terbaik Kategori Tekstil, World Craft Council Award of Excellence for Handicrafts: South-East Asia Programme 2014, UNESCO Award of Excellence for Handicrafts: South-East Asia Programme 2012, dan lainnya.

Wignyo juga turut aktif di sejumlah asosiasi. Kini ia tercatat menjadi  Pengurus Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) 2014-2019 bidang daya saing produk dan sebagai National Vice Chairman Indonesian FashionChamber di bidang Institution Relations periode 2015-2019. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X