Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Memotret Gaya Simple untuk Pecinta Fashion Muslim Milenial

Fashion
23 Feb 2020
Memotret Gaya Simple untuk Pecinta Fashion Muslim Milenial

hariansuara.com, Jakarta - Memasuki hari ketiga, penyelenggaraan MUFFEST 2020 selain diramaikan oleh pecinta fashion Tanah Air yang tak pernah absen memborong koleksi para desainer, MUFFEST 2020 ini juga setiap harinya selalu menghadirkan Fashion Show di area Main Stage yang menampilkan rancangan terbaru dari 14 desainer lulusan ke-7 Islamic Fashion Institute (IFI). Dengan mengusung tema “Menuju Harapan yang Baru”, para model menampilkan busana-busana ready to wear dan simple, yang merupakan salah satu ciri khas busana anak-anak milenial.

Irna Mutiara, salah seorang Founder IFI, mengungkapkan, “MUFFEST 2020 semakin baik dan semakin banyak mendatangkan brand-brand yang beragam. Tema Sustainable Fashion kali ini sangat sesuai dengan program-program yang dicanangkan oleh pemerintah maupun dari IFC sendiri. Tidak hanya penggunaan bahan baku dan desain ramah lingkungan, namun juga menyeluruh kepada manajemen untuk mewajibkan karyawannya untuk memperhatikan lingkungan. Dan IFI sendiri menerapkan Fashion Zero Waste,” terang Irna. IFI sendiri merupakan Sekolah Fashion Islam pertama di Indonesia dengan Kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang spesifik berpedoman pada kaidah-kaidah Islam. Kurikulum tersebut akan diterapkan pada pengajaran perancangan busana muslim, pergaulan, dan bisnis.

Di hari ketiga ini MUFFEST juga menampilkan 15 finalis Modest Young Designer Competition (MYDC) yang merupakan ajang unjuk gigi para desainer muda di MUFFEST 2020. Para finalis mendapatkan tantangan dari Asia Pacific Rayon (APR) untuk mengolah bahan menjadi pakaian ready to wear.

Bahan yang dipakai merupakan produksi APR yang berasal dari serat ramah lingkungan dari kayu akasia dan eucalyptus, dimana bahan-bahan ini akan dengan sendirinya mudah terurai apabila sudah tidak terpakai dan terkubur di tanah. APR sendiri merupakan produsen viscosa rayon pertama di Asia yang terintegrasi secara penuh. Dengan pabrik berlokasi di Pangkalan Kerinci, Riau, APR mampu menghasilkan produksi 240.000 ton rayon viscosa, dengan serat yang bersumber dari hutan tanaman industri yang terbarukan.

Dari sekitar 600 peserta yang mendaftar, terpilih 15 finalis untuk tampil mempresentasikan langsung karyanya di depan juri pada hari ini (22/2) dan akhirnya yang terpilih sebagai pemenang Modest Young Designer Competition 2020 yaitu: Eugene Kharisma asal Jakarta (Juara 1), Widi Widiasari asal Bandung (Juara 2), Jovi Ahmedi asal Palembang (Juara 3), dan Tiffany Araqandi Firdausi asal Surabaya (Juara Favorit).

MUFFEST hari ketiga juga menampilkan Talkshow “Rebooting Your Style with Ethical and Sustainable Fashion” dimana Bank Indonesia berbagi pengalaman mengenai konstribusinya dalam membantu fashion syariah. Sebagai akselerator, BI mencari pelaku syariah yang siap untuk dikembangkan untuk terlibat dalam Industri Kreatif Syariah (IKRA), yang merupakan suatu platform dan program bentukan BI yang bukan hanya mengusung konsep ramah lingkungan, namun juga bersifat sosial dan ekonomis.

“Industri fashion merupakan salah satu kunci pembangunan ekonomi, oleh karena itu BI dengan program IKRA secara berkala mencari para pelaku syariah yang bisa kita bantu dan kembangkan. Dengan target 92 pelaku syariah pada bulan April 2020 ini, BI akan membuka pendaftaran bagi pelaku syariah dengan segmen fashion and food,” jelas Diana Yumanita, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.

Pertumbuhan pelaku industri syariah di bidang fashion terus berkembang tidak hanya di Jakarta dan kota besar, tetapi juga merambah kota-kota kecil lainnya. Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi yang hadir pada Press Conference MUFFEST hari ini (22/2) mengungkapkan pada MUFFEST kali ini ada sekita 9 desainer IFC yang berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Sampang. Mereka menampilkan koleksi pakaian yang memadukan batik khas Sampang dengan berbagai bahan dasar seperti upcycle jeans, katun, dan rayon. “Saya sangat bangga batik Sampang khas Madura menjadi salah satu batik yang digunakan oleh desainer-desainer muda  dan bertalenta yang tergabung di IFC, dan hasil desain tersebut ditampilkan pada parade Fashion Show di MUFFEST tahun ini,” pungkas Slamet.

 

Dan berbicara mengenai fashion, tentu tak akan pernah lepas dari industri pendukung, salah satunya adalah kecantikan. Wardah, selaku produsen kosmetik asal Indonesia secara konsisten mendukung industri mode tanah air, dengan mendukung MUFFEST sebagai official make up dari tahun pertama sampai tahun kelima penyelenggaraannya.

Dan salah satu bentuk kontribusi Wardah tahun ini, seluruh runway MUFFEST 2020  menggunakan make up Wardah Exclusive Series. Selain itu, di panggung MUFFEST 2020 Wardah melalui program Fashion Journey, menggandeng 4 desainer Indonesia yaitu KAMI, ETU , Ayu Dyah Andari, Barli Asmara  dengan mengangkat tema Feel The Perfection.

"MUFFEST tahun ini lebih keren, lebih tematik, program-programnya berkesinambungan dan konsisten, serta area yang lebih besar. Kami bangga untuk bisa selalu mendukung perjalanan MUFFEST dari tahun ke tahun,  dan semoga tahun depan bisa lebih besar dan menambah program-progrm yang lebih menarik lagi,” terang Sulika, PR Manager Wardah.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X