Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Indonesia Negara Asia Pertama Kurator di Pameran Seni Kontemporer Dunia Documenta Fifteen di Kassel, Jerman 

Kuliner
26 Jun 2022
Indonesia Negara Asia Pertama Kurator di Pameran Seni Kontemporer Dunia Documenta Fifteen di Kassel, Jerman 

hariansuara.com - Documenta Fifteen pameran seni kontemporer edisi ke-15 tahun ini digelar di Kassel, Jerman selama tiga bulan, dari 18 Juni sampai  25 September 2022. 

Documenta 15 ini pagelaran terbesar di dunia yang diselenggarakan tiap lima tahun sekali. Terlebih yang menjadi catatan sangat menarik, Indonesia, dalam hal ini Ruang rupa, didapuk menjadi kurator kolektif seni pertama dan satu-satunya direktur artistik dari Asia. 

Kurator Ruang Rupa mengetengahkan konsep Lumbung untuk Documenta Fifteen ini simbolisasi sebagai tempat penyimpanan bahan pangan khas Indonesia. Documenta Fifteen ibarat tempat menyimpan hasil kreasi seni yang bisa dinikmati bersama.

Lumbung menyampaikan sikap murah hati, humor, membumi, kebebasan, regenerasi, transparansi dan kesederhanaan. Tercakup di dalamnya solidaritas, kolektivitas dan kolaborasi para seniman kontemporer.

Banyak pihak menyambut gagasan tersebut, sebab para seniman dunia diberi ruang untuk membawa ekosistem masing-masing. Terbuka juga peluang untuk membangun jaringan yang lebih luas dan menyebarkan gagasan nilai kolektivitasnya melalui berbagai seni. 

Dari Grup Kasidah Nasida Ria Asal Semarang Hingga Perupa dari Kalisat Hadir di Kassel

Ada lagi hal atraktif, sekaligus membanggakan Indonesia adalah tampilnya Grup Kasidah Nasida Ria asal Semarang di pembukaan Festival pada 18 Juni 2022. Konsernya dimulai dengan salah satu hitsnya berjudul "Perdamaian". 

Tetap dalam busana muslim, lengkap dengan hijab, para anggota grup perempuan semua bernyanyi dan memainkan alat musik lengkap. 

"Perdamaian. Perdamaian. Banyak yang cinta damai, tapi perang makin ramai. Bingung, bingung tuk memikirkan," demikian syair lagu mulai dinyanyikan Nasida Ria, penonton multiras itu berjoget mengikuti irama musik bergenre Padang Pasir, meski tak tahu arti liriknya. 

Pun, dari Kalisat, Jember, Jawa Timur dua pemuda, Ahmad Hafid dan M Fabian Aldiano, juga berpartisipasi di Documenta 15. Bagi Indonesia sendiri, seperti disampaikan Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, ST, IPU, ini kesempatan luar biasa. Melalui karya seni kontemporer, mereka bisa memperkenalkan potensi, seni budaya dan kearifan lokal Jember ke dunia internasional.  

Documenta Fifteen 2022 ini melibatkan 1.500 seniman yang tampil tersebar di 32 titik eksibisi. Mereka berasal dari Jerman, Indonesia, Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, Kenya, Mali, Spanyol, dan sebagainya. Ragam karya seni meliputi lukisan, video, instalasi, penampilan musik, tari, dan dongeng. Ada juga ajang diskusi seputar berbagai isu global seperti perubahan iklim maupun isu-isu politik.

Anda yang kebetulan tengah berada di Eropa, khususnya Jerman, sila datang ya ke Documenta 15. Temukan "Lumbung' dunia yang mewadahi kolaborasi insan sejagat raya memaknai hidup lewat seni kontemporer. (*) Sulanjana/MTS        Foto: @documentafifteen

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X