Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Organisasi Wanita Jember Sepatutnya Didukung agar Makin Lebih Berdayakan Masyarakat 

Inspirasi
28 Oct 2020
Organisasi Wanita Jember Sepatutnya Didukung agar Makin Lebih Berdayakan Masyarakat 

hariansuara.com, Jember - Perempuan Indonesia, jauh sebelum Indonesia merdeka, telah berpikiran maju dan progresif. Tercatat dalam sejarah, pada 22 Desember 1928, mereka sudah menyelenggarakan Kongres Wanita Indonesia pertama di Yogyakarta. Ada tujuh organisasi perintis pergerakan wanita terbentuk di Nusantara kala itu. Mereka punya niat yang sama, yakni memajukan dan memberdayakan kaum perempuan dan masyarakat. Semangat inilah yang terus hidup hingga kini dan meluas ke seluruh Tanah Air, termasuk di Kabupaten Jember.

“Saat ini organisasi-organisasi wanita di Kabupaten Jember bersatu dalam wadah Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Kami semua memiliki intensi dan semangat yang serupa, yakni bersama-sama membantu kaum perempuan dan masyarakat Jember agar lebih berdaya. Tentunya, ragam kiprah tiap organisasi di masyarakat sesuai visi-misi dan bidang masing-masing organisasi,” ujar Priwahyu, Ketua GOW Kabupaten Jember. 

Dalam rasa dan semangat kebersamaan itu, GOW sampai kini terus berkiprah menjangkau masyarakat lebih luas, mulai dari kegiatan yang bersifat sosial, ekonomi sampai keagamaan. Menurut Bu Wahyu, demikian Ketua GOW Jember itu kerap disapa, kegiatan pemberdayaan perempuan berperan sangat penting dalam memajukan suatu daerah. Dengan membuat perempuan berdaya, mereka bisa melakukan perubahan positif di masyarakat, atau setidaknya di lingkungan keluarga masing-masing. 

Namun, segera ditambahkannya, untuk kegiatan pemberdayaan perempuan ini butuh sekali dukungan moral dan material dari semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat dan keluarga. “Terutama dukungan dari pemerintah daerah ya, sebab dengan memberdayakan perempuan maka mereka ini akan ikut membantu pemerintah dalam memajukan bangsa, pun daerahnya,” lanjutnya.

Selama ini, GOW di Jember berusaha terus berjalan, terus berkiprah. The show must go on, demi membantu kaum perempuan. Meski, dukungan material GOW dapatkan dari anggota organisasi, masyarakat dan pengurus sendiri. Ke depan semoga pemerintah kabupaten memberi dukungan sehingga organisasi-organisasi wanita di GOW bisa semakin meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia) perempuan. 

“Jika perempuan berdaya maka ia akan semakin dapat ikut berkontribusi membangun daerah sesuai kapabilitas, kompetensi, skill atau kemampuan yang mereka miliki,” tandasnya.

Semua Orwan Membantu Tugas Pemerintah 

Kepada hariansuara, Ketua Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Jember, Emi Kusminarni, menyatakan hal yang senada. Kiprah organisasi wanita selama ini sejatinya membantu pemerintah daerah dalam memberdayakan perempuan dan masyarakat. Untuk itulah, ia juga mengharapkan pemerintah daerah merangkul dan memperhatikan organisasi-organisasi wanita.

“Sebagai organisatoris, saya berharap ke depannya semua organisasi wanita diperhatikan, dirangkul. Karena apa yang dilakukan oleh organisasi-organisasi wanita ini adalah membantu tugas pemerintah sesuai bidang masing-masing orwan. Misalnya, kami di Muslimat NU bergerak di bidang keagamaan dan sosial. Kebetulan saya juga di GOW menjadi bendahara. Ada 28 orwan tergabung di dalamnya, dan kesemuanya melakukan kebajikan untuk memberdayakan perempuan, dan masyarakat pada umumnya,” ujar Nyai Emi.

Seperti halnya para ibu penggiat pemberdayaan perempuan, Emi bahagia sekali melihat perubahan positif pada kaumnya di Jember. Mereka kian berdaya setelah aktif mengikuti pelatihan-pelatihan, seperti menjahit, katering, merias wajah, kuliner dan sebagainya. Tak sedikit dari mereka kemudian buka usaha untuk menguatkan ekonomi keluarga. 

“Melihat perempuan Jember maju, kami tambah semangat mencarikan pelatihan-pelatihan bagi mereka. Dalam waktu dekat, misalnya, kami ada dua pelatihan, yaitu membuat roti dan abon. Diharapkan dari keterampilan inimereka terinspirasi buka usaha, atau setidaknya mereka bisa memasak untuk meningkatkan gizi keluarga di rumah,” tandas Emi. 

Tidak itu saja, organisasi yang dipimpinnya itu juga giat berbagi pengetahuan, membangun kepedulian kepada sesama, menyantuni anak-anak yatim dan dhuafa, membuka kelas bagi ibu hamil di Klinik Muna Parahita, sampai ke pendidikan tentang gizi keluarga. 

Satu hal yang kerap diutarakan Emi kepada sesamanya adalah penting sekali menjaga kekompakan dan persaudaraan. Tidak ada alasan untuk tidak kompak. Dengan bersatu, perempuan akan menjadi kuat dan bisa memberi manfaat lebih banyak kepada masyarakat. (*) roh/mel        Foto-foto: IST

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X