Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Lebih Dari 1 Juta Orang Protes Hukum Ekstradisi China di Hongkong

Internasional
10 Jun 2019
Lebih Dari 1 Juta Orang Protes Hukum Ekstradisi China di Hongkong

hariansuara.com, Jakarta - Lebiih dari 1 juta orang protes ke jalan-jalan di Hong Kong pada hari Minggu untuk menentang RUU ekstradisi yang akan memungkinkan China mengesktradisi warga Hong Kong.

Demonstrasi ini menjadi aksi protes terbesar sejak kota itu dikembalikan ke China pada tahun 1997. Front Hak Asasi Manusia Sipil, kelompok yang mengorganisir protes, mengatakan 1,03 juta orang melakukan protes di kota berpenduduk 7,48 juta jiwa ini.

Sementara itu, polisi Hong Kong memperkirakan jumlah pemrotes mendekati 240.000 orang.

Para kritikus mengatakan RUU itu akan membuat siapa pun di Hong Kong rentan ditangkap oleh pihak berwenang China karena alasan politik atau pelanggaran bisnis yang tidak disengaja dan merusak sistem hukum semi-otonom kota.

RUU kontroversial ini telah menyebabkan perdebatan politik, protes di kalangan komunitas bisnis  dan bahkan pertengkaran fisik di badan legislatif kota, serta kritik terhadap pemerintah Hong Kong oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Minggu siang, para pengunjuk rasa berkumpul di Victoria Park dengan mengibarkan plakat sambil mengenakan baju warna putih. Para pengunjuk rasa meneriakkan kata "mundur," "anti ekstradisi ke China," dan menyerukan Carrie Lam, kepala eksekutif Hong Kong, untuk mundur ketika pengunjuk rasa  berjalan di sepanjang jalan 3 -kilometer (1,86 mil) rute ke Dewan Legislatif di kawasan bisnis Admiralty.

Protes sebagian besar berlangsung damai di siang hari, tetapi berubah menjadi kekerasan pada malam hari saat polisi berusaha membubarkan demonstran dengan tongkat dan semprotan merica.

"Setidaknya tujuh orang ditangkap. Sekitar pukul 7:30 malam di Hong Kong (7:30 ET), lima hingga enam pria bertopeng berencana menempati jalan utama di kota itu, "kata Kepolisian Hong Kong di Twitter.

Sekitar pukul 10.30 malam waktu setempat, Front Hak Asasi Manusia Sipil mengumumkan bahwa protes telah berakhir dengan sebagian besar pengunjuk rasa telah bubar pada saat itu.

Minggu malam, pemerintah Hong Kong merilis pernyataan yang mengakui protes yang sedang berlangsung di seluruh Hong Kong tetapi menegaskan RUU  masih dijadwalkan untuk diperdebatkan pada 12 Juni.

"Kami mendesak Dewan Legislatif untuk meneliti RUU itu dengan tenang, wajar dan penuh hormat untuk membantu memastikan Hong Kong tetap menjadi kota yang aman bagi penduduk dan bisnis," katanya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X