Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

ISIS Klaim Pejuangnya Lakukan Penusukan di Jembatan London

Internasional
01 Dec 2019
ISIS Klaim Pejuangnya Lakukan Penusukan di Jembatan London

hariansuara.com, Jakarta - ISIS mengatakan serangan di Jembatan London pada hari Jumat (29 Nov) dilakukan oleh salah satu pejuangnya.

Dilaporkan kantor berita Amaq, serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap seruan ISIS untuk menargetkan negara-negara yang telah menjadi bagian dari koalisi melawan kelompok ini.

Polisi Inggris menembak mati seorang pria yang mengenakan rompi bunuh diri palsu yang menikam dua orang hingga tewas di London dan melukai tiga lainnya. Pihak berwenang mengatakan serangan ini sebagai  serangan teroris.

Tiga orang tetap di rumah sakit dengan dua korban dalam kondisi stabil sementara orang ketiga menderita cedera yang kurang serius, menurut Layanan Kesehatan Nasional.

Tersangka Usman Khan yang ditembak mati oleh polisi pernah dihukum sebelumya di  tahun 2012 karena terlibat dalam plot yang diilhami al-Qaeda untuk meledakkan London Stock Exchange. Ia dibebaskan pada Desember 2018 dengan syarat.

Jeremy Corbyn, pemimpin oposisi utama Partai Buruh, mengkritik kebijakan hukuman pemerintah terhadapnya.

"Harus ada investigasi yang sangat lengkap," kata Corbyn. "Saya pikir apakah dia harus dibebaskan dari penjara di kasus pertamanya? " katanya.

Polisi mengatakan mereka sedang melanjutkan penyelidikan namun tidak mencari tersangka lain. "Kami tidak menemukan bukti yang menunjukkan ada orang lain yang terlibat dalam serangan ini," kata Neil Basu. "Prioritas investigasi kami saat ini adalah untuk memastikan bahwa tidak ada ancaman terkait keamanan publik."

London Bridge pernah menjadi tempat dimana  tiga orang mengendarai sebuah van ke pejalan kaki dan kemudian menyerang orang-orang disekitar,  menewaskan delapan orang dan melukai sedikitnya 48 orang.

ISIS mengatakan para pejuangnya bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi pihak berwenang Inggris telah meragukan klaim tersebut.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X