Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Begini Cara Diplomasi Kuliner Indonesia di Uganda

Internasional
12 Feb 2020
Begini Cara Diplomasi Kuliner Indonesia di Uganda

hariansuara.com, Jakarta - Nabaweesi Resty terlihat sumringah siang itu. Betapa tidak, saat itu merupakan kali pertama Ia mencicipi sekaligus membuat sendiri nasi goreng khas Indonesia. “Enak sekali, saya suka", katanya ketika ditanya tentang rasa nasi goreng yang dibuatnya.

Menurut Resty, makanan Indonesia berbeda dengan kebanyakan makanan Uganda, karena masakan Indonesia sangat kaya rempah. Meskipun demikian, memasak masakan Indonesia menurutnya tidak sulit, aku perempuan yang bekerja di bidang bisnis kuliner di Kampala tersebut.

Resty merupakan satu dari empat warga negara Uganda yang menjadi peserta pelatihan memasak selama 3 hari di Wisma Duta Besar RI Nairobi. Seluruh peserta datang langsung dari Kampala ke Nairobi khusus untuk mempelajari hidangan khas Indonesia.

Selain belajar membuat nasi goreng, keempat peserta juga diajarkan membuat tiga sajian kuliner Indonesia lainnya, yaitu bakso, ayam goreng bumbu kuning, dan sate ayam. Andre Widianto, instruktur dalam pelatihan memasak tersebut menyampaikan bahwa seluruh peserta belajar memasak dengan sangat antusias.

“Peserta sangat antusias, karena sebelumnya mereka belum pernah mengenal masakan Indonesia," kata koki yang telah bekerja selama 4 tahun di Wisma Dubes RI tersebut.

Walaupun alumnus perguruan tinggi Indonesia di Uganda terbilang cukup banyak, sejauh ini belum ada restoran yang menghidangkan masakan Indonesia di negara yang dijuluki sebagai “mutiara dari Afrika" tersebut. Pelatihan memasak ini merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan kuliner Indonesia sekaligus mempererat hubungan people-to-people antara Indonesia dengan Uganda.

“Supaya warga negara Uganda dapat memiliki skill memasak masakan Indonesia dan bisa membuka usaha sederhana, setidaknya bisa memperkenalkan kuliner Indonesia ke sekitarnya," jelas Dubes RI Nairobi, Soehardjono Sastromihardjo ketika ditanya mengenai tujuan kegiatan tersebut. “Kegiatan ini juga merupakan bentuk diplomasi kuliner langsung kepada warga negara Uganda".

Harapan Dubes RI Nairobi tersebut nampaknya akan segera terlaksana. “Saya memiliki dua restoran di Uganda, dan sekarang saya tahu cara memasak masakan Indonesia," ujar Resty. “Sekarang, saya dapat mulai menyajikan makanan Indonesia di restoran saya, dan saya harap dapat mempromosikannya," ucapnya ketika ditanya mengenai rencananya seusai menjalani pelatihan.

Pelatihan yang diselenggarakan pada tanggal 6-8 Februari 2020 ini terselenggara atas kerja sama KBRI Nairobi dengan Uganda-Indonesia Friendship Association (UGINFA), organisasi persahabatan Indonesia-Uganda yang sebagian besar anggotanya merupakan warga negara Uganda yang pernah menempuh studi di Indonesia. Seluruh peserta yang mendapat kesempatan dalam pelatihan merupakan orang-orang dengan latar belakang bisnis kuliner yang telah diseleksi oleh UGINFA.(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X