Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Corona Bikin Krisis Global, Ini Deretan Negara yang Alami Resesi

Internasional
03 Aug 2020
Corona Bikin Krisis Global, Ini Deretan Negara yang Alami Resesi

hariansuara.com, Jakarta - Jumlah kasus Corona Covid-19 di dunia dunia per 2 Agustus 2020 sudah menginfeksi lebih dari 17,6 juta orang. Angka kematian sementara tercatat lebih dari 673 ribu jiwa.

Pun, lebih dari 500 ekonom di seluruh dunia menyampaikan prospek ekonomi global telah tumbuh pesismis. Jumlah infeksi yang terus meningkat dan risiko lockdown di beberapa negara, menyebabkan potensi rebound lebih berisiko.

"Kami memperkirakan realitas ekonomi dari virus ini akan segera terjadi di berbagai kegiatan bisnis di seluruh dunia," kata Kepala Riset Pasar Keuangan Global di Rabobank dikutip hariansuara dari laman resmi World Economic Forum pada Senin, 3 Agustus 2020.

Saat ini yang terpenting adalah vaksin sebagai penangkal wabah yang makin meluas ini. Dengan vaksin maka harapan ekonomi pulih dari krisis bisa muncul.

"Untuk bisa membuka lagi perekonomian kita dan pulihkan kepercayaan bisnis dan konsumen. Tapi, tak ada 'tongkat ajaib' untuk saat ini," ujarnya.

Terkait itu, dari International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional memproyeksikan penurunan ekonomi dunia hingga 5% sepanjang 2020. Dengan kondisi itu, maka ada risiko resesi global yang akan terjadi lebih dalam daripada krisis keuangan pada periode 2008-2009.

Kemudian, merujuk pandemi saat ini dengan simulasi berbasis model IFPRI maka diketahui resesi kali ini mengancam lebih dari 150 juta orang ke dalam tingkat kemiskinan. Dari penelitian itum ada analisa peningkatan kemiskinan akan terkonsentrasi di wilayah Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan.

Saat ini, ada sejumlah negara yang terdampak resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Daftarnya sebagau berikut

1. Arab Saudi

Arab Saudi adalah salah satu negara yang sektor ekonomi tergerus karena dampak dari anjloknya harga minyak dunia hingga pandemi Covid-19. Kini, Saudi sedang memikirkan kemungkinan opsi menjual aset negara. Lalu, ada kebijakan menetapkan pemberlakuan pajak penghasilan.

Menteri Keuangan Saudi, Mohammed Al-Jadaan, mengatakan jika rencana memprivatisasi asetnya di sektor pendidikan, kesehatan dan air dilanjutkan, maka negara dapat menghimpun hingga US$13,3 miliar selama empat hingga lima tahun ke depan.

2. Australia

Australia alami resesi ekonomi untuk kali kalinya sejak 29 tahun terakhir. Hal ini merujuk perekonomian negara itu mundur hingga 0.3 persen pada kuartal Maret. Resesi ini disebabkan karena kebakaran hutan dan Covid-19 yang berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan Australia, Josh Frydenberg mengatakan resesi ini tak terhindarkan setelah Biro Statistik Australia merilis data produk domestik bruto yang turun 0.3 persen pada kuartal tersebut. Perekonomian hanya tumbuh 1.4 persen selama 12 bulan terakhir, dan merupakan kinerja terlemah sejak krisis keuangan global.

3. Jepang

Sektor ekonomi Jepang tergerus dan kali pertama alami resesi sejak tahun 2015. Kerugian negara dari gagal ekspor imbas pandemi Corona yang terus meningkat. Negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia itu menyusut pada laju tahunan 3.4 persen, dalam tiga bulan pertama tahun 2020.

Penurunan sebesar 3.4 persen dalam pertumbuhan produk domestik  bruto (PDB) untuk tiga bulan pertama 2020, menyusul penurunan sebesar 6.4 persen selama kuartal terakhir 2019 sehingga mendorong Jepang ke dalam resesi teknis.

Konsumen di Jepang telah terkena dampak ganda dari coronavirus dan kenaikan pajak penjualan menjadi 10%, dari 8% pada Oktober 2019. Meski Jepang telah mencabut status keadaan darurat di 39 dari 47 prefektur, prospek ekonomi untuk kuartal ini sama suramnya.

4. Korea Selatan

Korea Selatan anjlok ke dalam resesi ekonomi pada kuartal kedua tahun ini. Data ini jadi penurunan terburuk dalam kurun waktu lebih dari dua dekade. Resesi terjadi setelah pandemi Covid-19 mempengaruhi ekspor dan output pabrik.

Negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia itu menyusut 3,3 persen pada kuartal juni dari tiga bulan sebelumnya. Menurut Bank of Korea ini adalah kontraksi paling tajam sejak kuartal pertama 1998 dan lebih curam daripada kontraksi 2,3 persen dalam jajak sebelumnya

5. Singapura

Ekonomi Singapura terjerumus ke dalam resesi kuartal terakhir karena penutupan yang lama menutup bisnis dan menurunkan belanja ritel.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura mengungkapkan Produk Domestik Bruto (PDB) turun 41,2% secara tahunan dari tiga bulan sebelumnya. Kontraksi triwulanan terbesar yang tercatat dan lebih buruk dari median survei Bloomberg dari penurunan 35,9%. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, PDB turun 12,6% pada kuartal kedua, versus median survei -10,5%.

6. Jerman

Ekonomi Jerman menyusut hingga 2.2% dalam tiga bulan pertama tahun ini karena pandemi Covid-19. Ini merupakan penurunan kuartalan terbesar sejak 2009, ketika negara itu dilanda krisis keuangan global.

7. Prancis

Ekonomi Prancis sedang mengalami kontraksi hingga 20% pada kuartal kedua dari tiga bulan sebelumnya karena negara itu menerapkan penguncian nasional.  Ini menandai penurunan tajam dalam resesi Prancis, sstelah negara dengan ekonomi terbesar kedua di Eropa itu berkontrasi 5.8% pada kuartal pertama.

Diperkirakan bahwa aktivitas ekonomi Prancis berjalan pada angka 21% di bawah level normal setelah penutupan pada pertengahan Maret akhirnya dicabut pada 11 Mei lalu. Pengeluaran konsumen hanya 6% di bawah tingkat normal karena sebagian besar toko ditutup beberapa bulan.

8. Hong Kong

Ekonomi Hong Kong mengalami kontraksi untuk kuartal keempat berturut-turut karena pandemi coronavirus dan ketegangan politik memperpanjang resesi pertama kota itu dalam satu dekade.

Ekonomi wilayah tersebut mengalami kontraksi 9% pada kuartal kedua dari tahun sebelumnya, menurut pembacaan sebelumnya dari Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong. Itu lebih buruk dari perkiraan median -8,3 persen dan mengikuti penurunan 9,1 persen direvisi pada kuartal pertama yang merupakan penanggalan terburuk untuk data 1974.

9. Amerika Serikat

Ekonomi AS mengalami kontraksi pada tingkat tahunan sebesar 32,9% dari April hingga Juni sehingga menjadi penurunan terburuk dalam catatan.

Bisnis terhenti selama penguncian pandemi pada musim semi tahun ini, dan Amerika terjerumus ke dalam resesi pertamanya dalam 11 tahun, mengakhiri ekspansi ekonomi terpanjang dalam sejarah AS dan memusnahkan lima tahun dari keuntungan ekonomi hanya dalam beberapa bulan.

10. China

Ekonomi China mengalami kontraksi dalam tiga bulan hingga Juni, dibandingkan dari tahun sebelumnya. Hal ini menandakan dimulainya resesi meskipun ada sedikit perbaikan dibandingkan periode sebelumnya ketika coronavirus mengguncang ekonomi.

Berdasarkan survei lebih dari 3.300 perusahaan, metrik utama termasuk keuntungan manufaktur, pengeluaran modal dan volume penjualan ritel tetap pada tingkat rendah secara historis dan hampir tidak membaik dari yang ada di kuartal pertama.(*)  lia/lia

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X