Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Bangun Kerja Sama Internasional untuk Menguatkan Komitmen dan Praktik Islam Rahmatan Lil ‘Alamin 

Internasional
30 Jan 2022
Bangun Kerja Sama Internasional untuk Menguatkan Komitmen dan Praktik Islam Rahmatan Lil ‘Alamin 

hariansuara.com, Jakarta - Seminar Internasional bertajuk Membangun Kerjasama Internasional untuk Menguatkan Komitmen dan Praktik Islam Rahmatan Lil ‘Alamin digelar secara virtual oleh INFID bekerja sama dengan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Pakistan, Tunisia, dan Malaysia pada 25-27 Januari lalu.  

Hadir sejumlah tokoh dan pejabat di sesi pembukaan. Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas yang diwakili Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf, dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah H Syafiq A Mughni.

Sejumlah gagasan direkomendasikan bersama. Seperti ditegaskan NU dan Muhammadiyah, konsep Rahmatan Lil ‘Alamin menunjukkan Islam yang cinta damai, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kompatibel dengan demokrasi. Pun, senada disampaikan oleh negara Pakistan, Tunisia, dan Malaysia. Posisi muslim mendukung hubungan yang suportif antara Islam, HAM, dan Demokrasi.

Poin lain adalah tentang sangat pentingnya posisi dan peran perempuan dalam memperluas komitmen dan pelaksanaan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Namun, untuk membangun masyarakat yang ramah dan adil gender masihlah panjang. Perempuan masih menghadapi banyak masalah seperti perkawinan anak, stigma terhadap menstruasi, dan terbatasnya akses terhadap hak-hak sipil.

Untuk mewujudkan kehidupan yang damai, media Islam harus aktif menyuarakan narasi Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Islam juga memiliki nilai universal yang berarti menghargai tradisi dan kebudayaan lokal. Untuk itu, dalam berdakwah mengurangi potensi yang dapat menimbulkan konflik. 

‘Rahmat’ istilah kunci yang berdimensi luas meliputi umat di dalam dan di luar Islam. Terkait demokrasi, NU dan Muhammadiyah menerima konsep negara kebangsaan dan mengakui kesetaraan bagi seluruh warga.

Pandangan dan komitmen Islam Rahmatan Lil ‘Alamin diikhtiarkan Indonesia melalui pengarusutamaan moderasi beragama yang dicanangkan Kementerian Agama RI. Sedikitnya empat nilai diusung, yaitu anti-kekerasan, toleransi, kebangsaan, dan akomodatif terhadap budaya lokal.

Diperlukan kolaborasi antarnegara muslim, ormas keagamaan Islam, kampus, dan organisasi masyarakat sipil muslim dalam menolak segala kekerasan atas nama agama.

Di level internasional, Indonesia telah bermitra dengan 34 negara dalam melakukan dialog antariman. Indonesia juga terus menggelar berbagai konferensi internasional dengan pemimpin-pemimpin dunia Islam untuk merevitalisasi prinsip-prinsip Islam moderat (wasathiyyah) di tengah-tengah tantangan global. (*) Sayuti/MTS    Foto: INFID

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X