Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Inilah Alasan Mengapa Membaca Label Pada Kemasan Makanan itu Penting

Kesehatan
21 Feb 2020
Inilah Alasan Mengapa Membaca Label Pada Kemasan Makanan itu Penting

hariansuara.com, Jakarta - Saat membeli makanan kemasan di swalayan, pernahkah Anda membaca nutrition factsnya? Nutrition Facts atau informasi gizi pasti ada pada setiap kemasan makanan yang telah terdaftar di Badan Perlindungan Obat dan Makanan (BPOM). Bagan ini akan membantu kita sebagai pembeli untuk mengetahui jenis-jenis vitamin dan zat lain yang ada pada makanan tersebut.

Dalam channel youtubenya tanya dr Sung, Dokter Sungandi Santos mengatakan yang juga perlu diperhatikan dalam membaca informasi gizi adalah serving size. “Serving size atau ukuran saji pada kemasan makanan mempengaruhi jumah kalori dan nutrisi yang tercantum dalam label makanan,” jelasnya.

Ia mencontohkan informasi gizi pada produk susu kental manis. “Pada susu kental manis, 1 serving atau ukuran saji nya adalah 4 sendok makan, kurang lebih 42 gr. Dan jumlah sajian per kemasannya adalah  9 sajian. Jadi satu kaleng ini untuk sajian 9 gelas,” ujarnya.

Selain takaran saji, jumlah kalori per takaran saji juga penting untuk diperhatikan. Informasinya pun dapat ditemukan pada bagian informasi gizi. Dengan mengetahui jumlah kalori, kita menjadi tahu banyaknya energi yang diperoleh tubuh dengan mengkonsumsi makanan tersebut. “Banyak orang mengkonsumsi kalori berlebihan dari jumlah yang dibutuhkan tubuh setiap hari karena tidak membaca nutrition fact nya,” tuturnya.

Pada produk susu kental manis, dari informasi gizi yang tertera pada label diketahui jumlah kalori per sajian adalah 140 kalori, dan energi dari lemaknya adalah 40 kalori. Sementara kalori yang dihasilkan oleh 1 piring nasi hanya 135 kalori). 

“Maka kalori dari sepiring nasi lebih lecil dari segelas susu kental manis,” tambahnya.

Hal lain yang juga tak boleh luput dari perhatian adalah kandungan nutrisi. “Pada bagian gula atau glukosa, tertulis 20 gram, sementara gula pasir sebanyak 20 gram itu hampir dua sendok makan. Sementara dalam penyajiannya adalah 4 sendok makan, hampir separuhnya adalah gula. Jadi, ini anda beli susu atau beli gula?” jelas dokter yang kerap membagikan informasi kesehatan melalui kanal youtubenya ini.

Senada dengan dr. Sung, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar POM, Diah Tjahjonowati, Apt., M,Si  mengatakan sebagai konsumen seringkali tidak perhatian, seringkali sebenarnya kandungan gula dan susu dalam kental manis sudah ada dalam labelnya.

*Jadi kita sebagai konsumen harus bijak. Dalam label juga sudah tertera kental manis tidak untuk bayi dibawah 1 tahun. Tetapi dibawah 3 tahun juga tidak bagus karena akan membuat anak adiksi dan menolak makanan yang manisnya dibawah SKM,"kata Diah.

Sementara itu terkait dampak kental manis ini, kemarin Menteri Keuangan dalam rapat kerja di DPR telah mengajukan usulan pemungutan cukai untuk minuman berpemanis tinggi dan konsentrat yang dikemas dalam bentuk kemasan. 

"Pemerintah menganggap minuman dengan kadar gula tinggi dapat membahayakan kesehatan, sehingga harus dikendalikan konsumsinya, bayangkan kalau minuman tinggi gula seperti kental manis di konsumsi anak, akan jauh lebih berbahaya”, tambah Arif Hidayat SE. MM, ketua harian YAICI.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X