Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Indonesian Card Artist, Komunitas yang Gemar Atraksi Kartu

Komunitas & Hobi
11 Mar 2018
 Indonesian Card Artist, Komunitas yang Gemar Atraksi Kartu

hariansuara.com, Jakarta - Anda pasti tahu dengan benda yang disebut dengan kartu remi. Ya, benda yang biasa digunakan untuk bermain tersebut ternyata bisa juga dijadikan alat pertunjukkan yang sangat menarik.

Mereka menyebut seni ini sebagai Card Flourishing atau seni memainkan kartu dengan artistik. Ditangan para flourisher (sebutan pemain card flourish) tersebut segepok kartu terlihat begitu “lengket” ditangan mereka. Ada yang membentuk kipas, saksofon, mata hingga ada juga yang membalik-balikan kartu dengan tempo yang sangat cepat tanpa jatuh sama sekali.  

Di Indonesia sendiri, para penggemar seni ini memiliki komunitas, namanya Indonesian Card Artist (ICA). Terbentuk 1 Februari 2009, komunitas ini berdiri berawal dari ajang kumpul-kumpul 5 orang flourisher Indonesia yaitu Rama, Gior, Adi, Eddy, dan Ndika maka tercetuskanlah ide untuk mebuat sebuah komunitas card flourishing yang dapat dijadikan wadah untuk bertukar informasi seputar hobi mereka.     

Nama Indonesia Card Artist sendiri tercetus ketika Rama meng-upload sebuah foto ke profil friendster-nya. Di foto itu tertulis "Indonesian Card Artists" dan setelah dilakukan diskusi singkat akhirnya diputuskan nama Indonesian Card Artists atau ICA sebagai nama komunitas mereka.

Seiring berjalannya waktu, jumlah member komunitas ini pun semakin berkembang dan sampai saat ini tercatat 2000 member yang terdaftar dalam forum mereka, dan anggota yang mendaftar pun berasal dari latar belakang profesi mulai dari pelajar, mahasiswa, pesulap hingga karyawan.

Menurut Chendrik, salah satu anggota ICA bermain card flourishing ini sungguh mengasyikan, karena dirinya bisa menciptakan ataupun menambahkan move (teknik-teknik) card flourishing ”Otomatif ketika saya mendalami seni ini saya diajak untuk menjadi kreatif,” kata Chendrik.       

Chendrik juga mengatakan, awalnya ketika dirinya mempelajari seni bermain kartu ini sempat ditentang oleh orangtuanya, karena kartu selama ini memiliki image yang identik dengan judi dirinya sempat dilarang untuk mempelajari card flourishing, “Namun ketika orang tua saya pernah melihat saya tampil di tv karena bermain card flourishing akhirnya mereka mau menerima juga hobi saya,” kata Chendrik.  

Hal senada juga disampaikan oleh Dave Da Costa anggota ICA, dirinya menyukai seni permain kartu karena dirinya merasa tertantang untuk menciptakan trik baru yang orang lain sulit untuk melakukannya.

Dave mengaku dirinya dahulu sempat menekuni sulap, namun karena membeli perlengkapan sulap dinilainya sangat mahal maka ia pun beralih untuk menekuni seni card flourishing. Menurutnya menekuni permainan ini sangatlah mudah, cukup hanya menggunakan segepok kartu remi atau sejenisnya dan ditambah dengan latihan yang terus menerus maka kita akan bisa bermain.   

 “Setelah saya bisa bermain seni card flourishing ini saya sering menjadi pusat perhatian orang-orang,” kata Dave

Karena keahlian mereka bermain kartu, tak heran komunitas  ini sering diundang untuk mengisi berbagai macam acara, seperti gathering, DJ party dan festival. Dalam sebulannya mereka bisa 3 kali pentas di berbagai acara.

Setiap acara mereka bisa pentas dalam bentuk tim, ataupun individu. Nah, kalau untuk biayanya sendiri Dave mengaku biaya untuk pentas mereka tampil sang sangat tentatif tergantung dari sebarapa besar acara tersebut.  

“Namun yang pasti hasil dari biaya pertunjukkan kita akan dimasukan dalam kas komunitas,” kata Dave.(*)

 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X