Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

9 Jenis Takut Dalam Hidup yang Tak Perlu Ditakuti

Motivasi
26 Aug 2018
9 Jenis Takut Dalam Hidup yang Tak Perlu Ditakuti

hariansuara.com, Jakarta - Takut adalah perasaan gentar, ngeri dalam menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana, lalu urung berbuat atau menindaklanjuti, menjadi tegang  oleh kegelisahan dan kekhawatiran, sehingga membuat keadaan kacau-balau.

Suatu hal tak dapat dihindari, bahwa semua orang, tanpa pandang usia, pernah merasa takut dengan berbagai macam penyebab. Pengalaman menjadi takut sehingga ada banyak ragam cerita.

Rasa takut itu manusiawi, karena setiap orang memiliki perasaan yang sudah terbentuk bersamaan dalam keberadaannya sebagai makhluk hidup.

Kepada hariansuara.com, Teng Hui mengatakan rasa takut itu kemunculan yang biasa, kadang mengganggu, tidak menyenangkan, apalagi jika dibiarkan berkembang dan bertahan tanpa kendali. Bagaimanapun, rasa takut bukanlah ada untuk sisi negatif saja bagi hidup. Rasa takut, sesungguhnya, di satu sisi lain, adalah gejala untuk mendapatkan perlindungan.

Bisa dibayangkan jika seseorang, tanpa didampingi rasa takut, datang mendekat ke kawanan binatang buas, maka ia akan menghadapi risiko bahaya atau bencana. Jenis penyebab ketakutan:

1. Takut Kehilangan

Melindungi segala hal yang menjadi kepunyaan adalah hal patut, namun janganlah takut kehilangan atas apa yang sudah dimiliki. Pasalnya, takut itu sudah merupakan sebuah kehilangan, yaitu kehilangan keberanian. Orang yang memiliki kepunyaan tanpa menjadi takut kehilangan atasnya adalah orang yang telah berhasil menjadi pemilik dirinya sendiri. 

2. Takut Sakit

Menjaga kesehatan adalah hal perl. Namun janganlah takut sakit atau penyakit, karena takut itu sendiri adalah sumber penyakit. Perlu disadari bahwa tidak ada orang yang terbebas penyakit. Penyadaran demikian ini adalah obat dari segala penyakit.

3. Takut Tua

Perawatan pada tubuh agar tetap  bugar adalah hal wajar, namun janganlah takut tua karena itu akan mempercepat ketuaan itu sendiri karena takut memicu tubuh mengkerut dan menguras tenaga. Segera setelah menjadi muda, orang akan menjadi tua. Karena itu, takut menjadi tua adalah sia-sia. Apabila dipikir lebih logis, daripada ia menginginkan menjadi awet muda, lebih baik ia menginginkan menjadi awet tua.

4. Takut Kematian

Menjaga keselamatan hidup adalah tindakan bijak, namun janganlah takut kematian karena itu penolakan pada hukum alam. Ketakutan pada kematian tidak identik dengan bisa hidup lebih panjang, apalagi terhindar dari kematian, sebaliknya mungkin malah mempercepat kematian.  Dengan menyadari bahwa kematian adalah konsekuensi kelahiran, hidup akan menjadi tenteram, dan ketenteraman ini bisa memperpanjang rentang hidup.

5. Takut Hantu

Ketakutan pada hantu biasanya muncul justru sebelum ada hantu. Disadari ataukah tidak, rasa takut itu sendiri sudah menyakitkan melebihi keberadaan hantu. Inilah bahayanya takut pada hantu.

6. Takut Gagal

Gagal dan sukses adalah pasangan sejati dan menjadi warna kehidupan. Takut akan kegagalan sebenarnya sudah gagal karena tidak pernah memulai karya yang direncanakan. Lebih baik mencari solusi untuk mengatasi kegagalan, daripada mengejar kesuksesan tanpa memahami kegagalan.

7. Takut disertai khawatir

Ketika tidak punya materi, muncul rasa khawatir. Setelah punya materi, muncul rasa takut karena takut kehilangan atas yang telah dimiliki.  Karena kebodohan batin, muncul ketakutan dan kekhawatiran yang seharusnya tidak perlu ditakutkan dan dikhawatirkan. 

8. Takut Memberi

Karena beranggap harta akan berkurang, orang takut memberi. Ini adalah pemahaman yang salah.
Memberi merupakan sebab dari mendapatkan, karena dengan banyak memberi orang akan penuh berkah. 

9. Takut kebaikan dilupakan orang

Berbuat kebaikan adalah kemanfaatan buat diri sendiri dan juga buat lingkungan. Walaupun kebaikan kita dilupakan orang lain, kebaikan tidak pernah bisa lupa pada pelakunya, bagaikan bayang-bayang mengikuti bendanya  di mana pun berada. Sesungguhnya hanya orang yang buruk mau melupakan kebaikan. Dan untuk orang buruk, ia bukan hanya mau melupakan kebaikan orang, sesungguhnya juga tidak menginginkan orang lain berbuat baik. Jadi tidak ada gunanya mencemaskan kebaikan dilupakan orang.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X