Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Pentingnya Ketulusan Ada Dalam Diri

Motivasi
16 Sep 2018
Pentingnya Ketulusan Ada Dalam Diri

hariansuara.com, Jakarta - Salah satu unsur yang penting dalam kehidupan  untuk dilatih dan dikembangkan adalah Ketulusan. Ketulusan adalah milik semua orang dan semua orang memiliki potensi ketulusan. 

Ketulusan adalah kesungguhan, kejujuran, bersih hati dan benar-benar keluar dari hati sanubari.  Perbuatan tulus, baik melalui pikiran, ucapan, maupun tindakan niscahya mendatangkan pengaruh positif bagi diri sendiri secara khususnya dan memberikan rasa senang bagi orang lain secara umumnya. 

Teng Hui, Motivator sekaligus penulis buku Kunci Kebahagiaan, mengatakan sering kita beranggapan keliru, bahwa ketulusan itu harus berasal dari penilaian atau pengakuan orang lain. Ketulusan tidak tergantung penilaian ataupun pengakuan orang lain, tetapi ada atau tidak adanya ketulusan itu, diri kita sendirilah yang mengetahui dengan jelas dan pasti jenjang ketulusan kita.

Di sisi lain, kita juga perlu menerima dan menghargai ketulusan orang lain.  Poin ini pun mampu mendatangkan pengaruh sangat positif bagi diri kita. Ketulusan itu berlaku untuk diri sendiri, untuk orang lain dan untuk lingkungan. 

Kita tulus kepada diri sendiri, di antaranya:

1. Tulus dalam mengakui dan menerima kekurangan diri sendiri, dengan berpikir bahwa umumnya setiap orang memiliki kekurangannya masing-masing, punya jenjangnya sendiri-sendiri.

2. Tulus dalam memuji diri sendiri di saat telah melakukan suatu hal yang terpuji atau di saat sedang melakukan perbuatan kebajikan yang mendatangkan pahala untuk diri sendiri. 

3. Tulus dalam menunaikan tugas-tugas pribadi, baik dalam hal duniawi, berupa mencari kebutuhan hidup dan bermasyarakat, maupun hal spiritual yaitu meminimalkan sisi-sisi buruk diri sendiri dan mengembangkan nilai-nilai kebajikan. 

4. Tulus dalam bersikap, bertutur kata, ataupun memberi barang materi, jasa, pengetahuan, dan nasihat kepada orang lain. 

5. Tulus dalam menerima dan menyikapi realita hidup. 

Kita tulus kepada orang lain, di antaranya:

1. Tulus menerima sikap, tutur kata, ataupun barang materi, jasa, pengetahuan, nasihat dan sebagainya dari orang lain. 

2.Tulus dalam mengakui dan menerima keterbatasan dan kekurangan orang lain.

3. Tulus dalam memuji sisi positif ataupun keberhasilan orang lain. 

Kita harus tulus kepada lingkungan, di antaranya tulus menghargai keberadaan satwa, tanaman, dan segenap alam semesta.  

Orang bijak menjunjung tinggi ketulusan kepada diri sendiri, kepada orang lain, dan kepada lingkungan, baik sebagai pihak yang memberi maupun menerima. 

Ketulusan orang bijak tidak tergoyahkan oleh apapun, apalagi sekadar oleh perolehan materi, kekuasaan, ketenaran, kenikmatan duniawi. 

Teng Hui mengatakan, mata batin kita senantiasa melihat, mendengar, merasakan, dan menyadari ketulusan kita.  Mata batin bertindak untuk menilai, mengakui, menghargai, dan menghormati ketulusan kita sendiri. 

Ketulusan itu mempunyai kekuatan yang luar biasa, karena bisa menciptakan perjuangan menjadi konsisten dan terbebas dari keluhan.  Mulianya ketulusan memiliki kekuatan melebihi kekayaan harta menteri, kekuasaan, dan ketenaran. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X