Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Ada Orang yang Memusuhi Anda? Rangkul Dia! 

Motivasi
14 May 2019
Ada Orang yang Memusuhi Anda? Rangkul Dia! 

hariansuara.com, Jakarta - Anda tak suka punya musuh, lalu kepada siapapun, Anda berusaha baik. Tapi ketahuilah, jangan kecewa, karena selain punya teman, di dunia ini pasti ada yang tidak menyukai, bahkan memusuhi Anda. Memang, mustahil adanya Anda bisa membuat orang sedunia menyukai Anda. Nah, saat bertemu musuh, haruskah Anda berbalik muka untuk membalas kejudesan dia? Keliru! Justru Anda harus rangkul dia. Mengapa? Simak alasan berikut:

1. Musuh Beri Anda Kebisaan Bersaing Sehat

Tanpa disadari, Anda akan tahu kalau musuh itu justru membantu Anda untuk menggali kebisaan Anda bersaing sehat. Dia membenci Anda, lalu berusaha sebisa mungkin menjatuhkan Anda. Secara naluri, Anda tentu tak mau kalah dong, dan berusaha sekuat daya untuk memenangkan persaingan. Nah, dia secara tak langsung mengajak Anda jadi cerdas menggali potensi diri untuk jadi pemenang. Hanya, ingat, bersaing sehat ya. 

2. Musuh Bantu Anda Mengelola Amarah

Masa iya? Demikian tanya Anda, tak percaya. Buktikan saja. Begini, musuh telah membuat Anda sangat marah. Anda sebenarnya bisa saja balas mengamuk. Tapi jika Anda murka, dia akan bersorak girang karena misinya mengganggu Anda berhasil. Untuk itu, taahan emosi. Anggap ulahnya yang ingin mengganggu Anda itu tidak ngefek sama sekali. Kemampuan mengelola amarah ini sangat bagus dan penting dimiliki.

3. Musuh Dorong Anda Menggali Kualitas Positif di dalam Diri 

Sindiran dan ejekan musuh tak selamanya buruk lo. Karena komentar miring orang yang membenci Anda itu ibarat 'kaca kembang' di mana Anda dapat melihat siapa diri Anda dengan sangat obyektif. Kekurangan dan kelebihan Anda. Tanpa disadari, Anda akan temukan hal-hal positif yang Anda miliki. Garaplah kelebihan itu agar Anda menjadi pribadi yang semakin cemerlang.

Selain itu, dari omongan jelek musuh Anda bisa dipetik manfaatnya untuk introspeksi diri. Anggap saja dia sedang memberitahu Anda bahwa ada ulat bulu di punggung Anda. Anda tak lihat, tapi dia ya. Seharusnya Anda berterima kasih, karena Anda terselamatkan dari rasa gatal yang sangat akibat ulat bulu itu. Dengan kata lain, Anda dapat memperbaiki kekurangan Anda yang diberi tahu olehnya. 

4. Musuh Berpotensi Jadi Kawan Sejati

Anda dan si musuh ini sudah berkawan beberapa lama. Suatu ketika, tiba-tiba saat disapa kok malah melengos. Apa pasal? Anda cari sebabnya, tak ketemu. Segera hampiri dia, tanyakan mengapa sikapnya begitu rupa. Apakah Anda bikin salah sehingga dia jadi marah. 

Dengan komunikasi dari hati ke hati, permasalahan sepelik apa pun pasti akan terselesaikan. Bahkan bukan tidak mungkin, dari pertemanan yang tersandung itu, kemudian berdamai, maka dari status 'musuh' akan menjadi sahabat sejati. Relasi yang terjalin secara jujur, tanpa sekat, adalah modal sebuah persahabatan yang sejati.  

Hal lain yang penting Anda sadari, bahwa yang namanya musuh pasti sukanya meniup-niup rasa benci untuk memancing Anda bereaksi sama buruknya dengan dia. Nah, abaikan itu. Jangan sampai Anda ketularan, lalu menyimpan rasa benci di dada.

Sebaliknya, doakan dia. Mohon agar Sang Khalik meluruskan jalan pikirannya, mengampuninya dan memberinya kelancaran rejeki. Anda lihat, sikap batin yang positif akan membuat hati terasa lapang. Anda terlindungi dari emosi buruk kebencian, dan pastinya Allah menyayangi Anda yang sabar menyayangi sesama, termasuk si musuh. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X