Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Arti Penting Integritas Dalam Diri

Motivasi
16 Jul 2019
Arti Penting Integritas Dalam Diri

hariansuara.com, Jakarta - Di lingkungan sekitar kita tinggal, mungkin ada satu atau beberapa orang yang dijuluki sebagai orang kaya. Orang kaya adalah orang yang mempunyai banyak harta materi. Tentu menjadi kaya itu adalah idaman bagi kebanyakan orang.  Ini adalah pandangan kebanyakan orang tentang menjadi kaya dari sisi lahiriah. 

Pada titik permulaan, perlu kita sadari bahwa orang hidup terdiri dari lahiriah dan batin, hanya memang langka orang yang mau menilik dan memahami dari sisi kebatinan. 

Mari kita simak kaya dari sisi kebatinan:

Orang kaya memiliki harta berlimpah. Akan tetapi jika ia setiap saat merasakan kekurangan dengan tanda-tandanya selalu penuh nafsu terus mencari, bahkan hingga menerjang pagar norma-norma moralitas dalam rangka mencari materi, orang demikian belum pada tatarannya berjuluk orang kaya, ia baru disebut orang banyak harta, tetapi dari sikap yang ditunjukkan itu ia sesungguhnya sangat miskin, miskin secara batinnya, dan menjadi menderita karenanya. 

Kaya bukan hanya diartikan memiliki banyak materi, tetapi kaya itu juga karena merasa cukup dan puas dengan yang dimiliki sesuai apa adanya. Orang yang mampu memiliki keduanya disebut kaya secara tulen, orang yang telah makmur sentosa.

Kaya bukan berarti mampu bersekolah tinggi atau memiliki banyak ilmu, tetapi kaya itu karena memiliki kepedulian dan ketulusan memberikan pencerahan pengetahuan kepada yang membutuhkan. 

Kaya bukan berarti bergelimang dengan kesenangan-kesenangan lahiriah, tetapi kaya itu karena merasakan cukup dan bisa berpuas, mampu menetralisir kondisi *menderita dan bahagia yang merupakan dua sisi koin uang kehidupan. 

Kaya bukan berarti tidak punya hutang, tetapi kaya karena tidak melalaikan hutangnya dan siap membayar dengan tulus. 

Dasar isi hati setiap orang tentu tidak menginginkan menjadi kaya oleh harta dari hutang atau pinjaman dari orang lain, yang bukan harta milik sendiri.

Kaya bukan berarti mendapatkan sangat banyak materi, tetapi kaya itu karena mau menolong dengan tulus, walaupun memiliki sedikit materi. 

Bukankah mau mendapatkan itu karena masih membutuhkan, yang berarti masih kekurangan, sebaliknya mau menolong itu karena merasa ada lebih pada diri sendiri sehingga bisa berbagi.

Kaya itu bukan berarti hanya karena bisa berelasi dengan penguasa, dengan orang terkenal, dengan orang terpandang, tetapi kaya itu karena bisa berelasi dengan orang yang tersingkirkan serta memberinya semangat dan dukungan. 

Di mana kira-kira seseorang sebagai orang kaya seutuhnya, di mata para penguasa dan orang terpandang ataukah di mata orang-orang yang belum beruntung.

Kaya bukan berarti bisa berkuasa dan mendapat popularitas, tetapi kaya itu karena bisa mengikis serta melenyapkan kotoran batin diri sendiri, walaupun tidak terkenal dan tidak berkuasa. 

Kaya materi, kaya ilmu, terkenal adalah sesuatu yang baik, tetapi kaya nilai batin jauh lebih baik karena itu adalah kekayaan yang mulia.  Kecukupan duniawi baik, tetapi kecukupan hati jauh lebih baik. 

Kaya batin itu bagaikan mata air jernih yang keluar tiada hentinya, sebaliknya kaya duniawi riskan mengalirkan air mata kesedihan yang berkepanjangan.

Orang bijak selalu berperilaku dengan integritas batin dan jasmani nan luhur, bukan sekedar semboyan hidup belaka. 

Integritas sejati adalah kesetiaan dan komitmen untuk menyeimbangkan batin dan jasmani guna kemanfaatan diri dan alam semesta.(*)

Teng Hui

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X