Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Hakekat Sabar dalam Kehidupan

Motivasi
19 Aug 2019
Hakekat Sabar dalam Kehidupan

hariansuara.com, Jakarta - Sesungguhnya semua orang dilahirkan mempunyai potensi berbudi luhur dan berhak mencapai keluhuran batin. Salah satu jenis keluhuran batin adalah kesabaran. 

Dengan ketenangan kita memahami realita dengan baik dan benar saat menghadapi bermacam kondisi kehidupan, baik suka maupun duka, inilah kesabaran. 

Sabar adalah daya tahan mental dalam menghadapi peristiwa yang mengguncang batin sehingga terhindar dari emosi, terhindar dari amarah, terhindar dari putus asa, sebaliknya terjaga ketenangan batin, tidak terburu nafsu. 

Kita sering hanya terpatok pada pengertian bahwa kesabaran hanya untuk menghadapi duka, musibah, atau kesulitan. 

Akan tetapi sesungguhnya, yang membuat kita lengah untuk bersabar adalah saat kita dalam situasi dan kondisi suka atau senang, yakni dengan selalu terbelenggu oleh suka, sehingga kesabaran kita terkikis oleh rasa suka. Bukan hanya badai yang pasti berlalu, kesenangan pun pasti berlalu, ketika badai datang kembali.

Dengan memahami kehidupan yang selalu berubah setiap saat, antara suka atau duka, karena tidak ada yang abadi di alam semesta ini, pemahaman ini akan meningkatkan daya tahan mental kita untuk menghadapinya dengan sabar. Suka atau duka akan berubah setiap saat dan berubah terus menerus, datang kemudian berlalu. 

Kunci ada di pemahaman atas tiap gerak perbuatan kita yang baik atau buruknya, sebagai kondisi yang akan membuahkan suka atau duka.Ketika kondisi mulus lancar, kita cenderung merasa senang, di saat kondisi penuh gejolak dan macet, kita menjadi gelisah dan menderita.

Dengan memegang kunci ini, niscaya kita tegar dan batin tidak tergoyahkan dalam menghadapi kesenangan maupun kesulitan yang datang silih berganti. Inilah bentuk kesabaran. Dengan kesabaran, suka atau duka akan mendorong kita meningkatkan kualitas diri. 

Kadar daya tahan mental atau kadar kesabaran kita bukan sesuatu yang bisa kita dapatkan dengan meminta kepada siapapun, dengan harta kekayaan, atau dengan cara apapun, melainkan merupakan hasil dari pelatihan keseharian diri kita sendiri dengan berlandaskan pada pengertian baik dan benar serta realita. 

Teng Hui, Inspirator dan Motivator 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X