Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Jadilah Seorang Pemikir Besar

Motivasi
01 Sep 2019
Jadilah Seorang Pemikir Besar

hariansuara.com, Jakarta - Di dalam hidup kita, kebiasaan merupakan faktor kuat dan penting. Orang yang terbiasa bekerja pada bidangnya lebih terampil daripada yang tidak terbiasa. Baik atau buruk kondisi kehidupan yang kita dapatkan banyak ditentukan oleh kebiasaan kita.

Karena berupa pola yang berlangsung dengan menyadari maupun tidak menyadari, kebiasaan itu menjadi ekspresi karakter seseorang dari sisi jati dirinya dan memberikan dampak ke jenjang  efektifitas seseorang. 

Menjadi renungan kita bersama, bagaimana jadinya jika seseorang mempunyai kebiasaan melanggar janji, kebiasaan melecehkan orang lain, kebiasaan menunda-nunda pekerjaan, kebiasaan terlambat masuk kerja dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya?

Orang-orang sukses adalah mereka yang mempunyai kebiasaan yang kondusif dan produktif, mengarah ke penyelesaian masalah dengan keterampilannya yang teruji. Sebaliknya, dari orang yang memiliki kebiasaan yang berkebalikan dari di atas, sering timbul masalah yang tidak semestinya muncul, dan masalah yang telah timbul kian besar dan melebar. 

Sering kali kita jumpai, ada sejumlah orang mempunyai kebiasaan memperbincangkan kejadian atau masalah, namun sebatas pada berpuas diri dengan memperbincangkan masalah.

Orang-orang demikian ini sebenarnya memiliki potensi positif dalam diri mereka. Dan potensi positif ini akan bermanfaat besar bagi mereka, bagi komunitas mereka, dan bagi pihak-pihak lain jika mereka mau berusaha sedikit lagi dengan menyampaikannya ke forum yang tepat, kepada instansi yang berkewenangan, menganalisa sumber masalah dan menyarankan solusi-solusi. 

Dengan hanya sekadar berpuas diri untuk memperbincangkan masalah, mereka sesungguhnya telah mengabaikan potensi positif dalam diri mereka, tidak tanggap akan manfaat besar yang semestinya bisa mereka dapatkan dari potensi positif tersebut, terlebih dan parahnya, hanya berdampak buruk bagi diri mereka sendiri, mengkondisikan iklim buruk pada komunitasnya dan lingkungannya.

Tentunya, tidak ada siapapun yang mau mendapatkan label pakar pembahasan masalah, alih-alih pakar penyelesaian masalah. Dengan hanya sekadar berpuas diri untuk memperbincangkan masalah, setidaknya mereka telah merugi atau ada pihak yang dirugikan, yaitu merugi waktu yang telah ia habiskan untuk memperbincangkan masalah. 

Pemikir kerdil memperbincangkan masalah pihak lain yang tidak berdampak kemanfaatan padanya dan terbawa oleh arus masalah. Pemikir awam memperbincangkan masalah yang berdampak negatif ataupun positif padanya tanpa menindaklanjuti dengan solusi nyata.

Pemikir besar memperbincangkan masalah sekaligus jalan keluar secara bijak, baik dalam hal yang berdampak padanya ataupun tidak.

Teng Hui, Inspirator

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X