Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

KKP Dukung Pengembangan Ekonomi Sirkular

Nasional
15 Apr 2019
KKP Dukung Pengembangan Ekonomi Sirkular

hariansuara.com, Jakarta -  Sebagai bentuk upayamengurangi sampah plastik di laut sebanyak 70% pada tahun 2025, sekaligus mengekplorasi implementasi ekonomi sirkular Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melakukan kunjungan ke Recyling Business Unit yang dikembangkan oleh Danone-AQUA dan Pabrik PT Namasindo Plas yang memproduksi PET daur ulang di Bandung, Jawa Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk menyelaraskan perspektif antara para pemangku kepentingan dalam memahami isu pengelolaan sampah plastik dan pentingnya kolaborasi lintas sektoral.

Kasubdit Restorasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sapta Putra Ginting  mengapreasiasi pengembangan sistem ekonomi sirkular yang telah dilakukan Pada dasarnya, pemerintah tidaklah memusuhi plastik, kami mengendalikan  timbulnya sampah plastik. Dengan implementasi ekonomi sirkular yang dilakukan industri semacam ini sampah dapat terjaga untuk tidak terbuang ke lingkungan dan hal ini harus diiringi dengan dukungan masyarakat untuk menggunakan plastik secara bijak dan tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Namasindo Plas, Yanto Widodo, mengatakan Untuk meningkatkan implementasi ekonomi sirkular sekaligus mengembangkan industri daur ulang sebagai upaya pengelolaan sampah plastik, diperlukan edukasi kepada konsumen, masyarakat, produsen dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kesadaran bahwa teknologi daur ulang sudah sangat berkembang dan sesungguhnya sampah plastik dapat digunakan kembali menjadi sumber daya untuk membuat botol baru ataupun produk lain. Semakin banyak konsumen memanfaatkannya maka usaha daur ulang juga akan meningkat. Selain edukasi, berbagai regulasi juga harus didorong untuk memanfaatkan produk daur ulang plastik sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan."

Terkait pengembangan ekonomi sirkular yang dilakukan, Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia menjelaskan, Sejak tahun 1993 kami mempromosikan inisiatif daur ulang pertama melalui program AQUA Peduli dan sekarang kami dapat mengumpulkan 12.000 ton plastik setiap tahunnya melalui 6 Recycling Business Unit di berbagai lokasi di Indonesia sambil menciptakan manfaat ekonomi bagi ratusan pemulung dan pendaur ulang. 

Pada tahun 2018 yang lalu Danone-AQUA telah menginisiasi gerakan #BijakBerplastik yang memperkuat komitmen Danone-AQUA untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan mendukung tujuan pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah di lautan. Gerakan ini berfokus kepada tiga aspek inti yaitu: pendidikan, inovasi produk, dan pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah. 

Karyanto juga menjelaskan bahwa tiga aspek inti tersebut bertujuan untuk membantu mencapai ambisi untuk mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang Danone-AQUA gunakan pada tahun 2025, untuk menggunakan 100% kemasan yang dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali ataupun dapat terurai, serta untuk meningkatkan proporsi konten daur ulang dalam botol produk Danone-AQUA menjadi 50%. Sebagai bagian dari aspek inovasi kemasan produk, Danone-AQUA baru saja meluncurkan botol air pertama di Indonesia yang terbuat dari 100% plastik daur ulang.

Model ekonomi sirkular merupakan penerapan teknologi baru untuk meningkatkan produktivitas pemakaian sumber daya.  Ekonomi sirkular menjadi alternatif ekonomi linier tradisional (membuat, menggunakan, membuang) dengan menyimpan sumber daya yang digunakan selama mungkin, mengekstrak sumber daya tersebut, kemudian memulihkan dan meregenerasinya. Melalui prinsip daur ulang dan penerapan ekonomi sirkular, sampah plastik dapat menjadi barang baru bernilai ekonomi dan dapat dimanfaat kembali sebagai sumber daya dan bahan baku.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X