Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Presiden Joko Widodo Tunjuk BKKBN Pimpin Turunkan Stunting ke Angka 14% pada 2024

Nasional
26 Jan 2021
Presiden Joko Widodo Tunjuk BKKBN Pimpin Turunkan Stunting ke Angka 14% pada 2024

hariansuara.com, Jakarta – Jumlah stunting (kekerdilan pada anak) di Indonesia masih tinggi. Pada 2021 masih sebesar 27,6 %, dan ditargetkan turun pada 2024 ke angka 14%. Ini adalah sebuah kerja yang amat serius sekaligus mulia.

Pasalnya, stunting dialami pada anak usia bayi dan bawah lima tahun (balita) berupa gagal tumbuh. Tak hanya fisiknya, melainkan disertai dengan kegagalan kecerdasan, emosi dan sebagainya. Bila angka stunting tinggi, maka siapa yang akan menggantikan para pemimpin yang suatu ketika pasti mangkat. Selain juga akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang.

Untuk itulah, Presiden Joko Widodo menaruh perhatian serius kepada penurunan angka stunting ke angka 14% pada 2024. Untuk itu, Presiden menugaskan Kepala BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), Dr. (H.C.) dr Hasto Wardoyo SpOG (K) sebagai Ketua Pelaksana percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Demikian kemarin (25/1) diumumkan penugasan tersebut seperti disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy M.A.P. Muhadjir.

Disampaikan Muhadjir tentang pesan Presiden Joko Widodo, pemetaan stunting di Indonesia sudah sangat detail dan jelas. Ini bisa dijadikan dasar, tinggal membuat langkah-langkah konkrit, detail, dan terukur. Pelaksanaannya, BKKBN dibantu oleh beberapa kementerian dan lembaga, juga pemerintah di tingkat daerah.

Untuk pendanaan, budjet penanganan stunting tersebar di 20 kementerian dan lembaga. Ini tidak efisien dan efektif dalam praktiknya. Karenanya Presiden meminta agar alokasi anggaran difokuskan di beberapa kementerian yang memiliki perpanjangan tangan langsung ke bawah.

Penunjukkan BKKBN ini kelak bertanggung jawab kepada Presiden, sehingga proses evaluasi menjadi lebih mudah, efisien dan efektif.

“Target menurunkan angka stunting dari 27,6% pada 2021 menjadi 14% pada 2024 sebuah kerja yang besar. Dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi multisektoral yang solid,” ujar Ketua BKKBN, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo SpOG (K). (*) sari/roh       Foto: @kemensetneg.ri

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X