Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Berawal dari Kolam Berujung Jadi Abon

Peluang Usaha
12 Feb 2019
Berawal dari Kolam Berujung Jadi Abon

hariansuara.com, Jakarta - Jenis ikan ini begitu digemari masyarakat. Bisa dibilang ikan lele menjadi ikan yang banyak dijual di pasar dan pinggiran jalan berupa makanan pecel lele.  Selain enak digoreng, ikan lele ini tanpa dinyana  maknyus juga jika dijadikan abon. Peluang inilah yang dibidik oleh wanita bernama Grandis Zhafa dengan Abon Lele Madina.

Grandis mengatakan yang membuat dirinya tertarik menggeluti bisnis abon lele berawal pada  Maret 2017 saat mendapat pelatihan cara membuat abon lele dari Dinas perindustrian dan Perdagangan Kota Madiun. 

Program dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Madiun memberikan pelatihan mengolah abon lele. Kebetulan juga sang suami memiliki hobi dan usaha budidaya ikan lele yang dijual dalam bentuk lele segar. 

"Kami mengolah lele menjadi produk abon dengan nilai jual yang lebih tinggi. Modal awalnya dari lele kolam suami dan dana pribadi. Bisnis kami mulai berjalan dari bulan Mei 2017."katanya kepada hariansuara.com, belum lama ini.

Produk Abon Lele Madina yang dihasilkan berupa abon ikan lele dengan tiga macam rasa, yaitu manis, gurih dan pedas dengan harga dibandrol Rp. 25.000 per toples dengan berat bersih 100gr

Dalam proses produksinya Grandis dibantu hanya satu karyawan tidak tetap. Untuk proses produksinya,  Grandis bercerita, pertama lele segar dicuci bersih kemudian di kukus lalu difillet. Setelah itu dimasak basah dengan bumbu dasar. Kemudian digoreng menggunakan minyak panas. Dan terakhir baru ditiriskan minyaknya dengan mesin peniris minyak. 

"Produksi kami masih skala kecil sesuai dengan pesanan dan stok persediaan. Untuk kapasitas sekali produksi saat ini 50 kg lele segar. Untuk bahan baku dari kolam sendiri dan beli dari pembudidaya ikan lele lain."katanya.  

Untuk pemasaran produknya, Abon Lele Madina dilakukan melalui online dan offline. Untuk online melalui media sosial seperti whatsapp, instagram yaitu abonlelemadina, FB : abonlelemadinamadiun dan juga market place seperti shopee. 

"Sedangkan offline bisa dibeli di alamat rumah pruduksi kami di Jl. Seram No 5 Kota Madiun. Untuk respon masyarakat sampai saat ini cukup baik. Banyak yang memberikan testimoni bahwa abon kami enak dan tidak bau amis ikan lele." katanya.

Grandis menuturkan menjalankan bisnis yang belum terlalu lama dijalankannya ini menemui kendala.  Terkadang dibulan tertentu, katanya, seperti di bulan ramadhan stok bahan baku ikan lele terbatas, jika ikan dari kolam sendiri habis, harus mengambil dari stok ikan lele dipasaran yang harga lebih tinggi dan tidak sesuai standar ikan untuk abon. 

Namun kendala bukanlah persoalan, bagi Abon Lele Madina  "values" dalam berbisnis abon lele ini  tak bisa dinilai dengan materi. Ada kepuasan tersendiri, kata Grandis, saat membuat sebuah produk dan diterima oleh konsumen. Dan ada kebahagiaan tersendiri ketika bisnis ini bisa membantu orang lain yang bekerja dengannya maupun sebagai reseller Abon Lele Madina. 

"Rencana kedepan saya adalah membesarkan bisnis ini agar bisa lebih bermanfaat untuk keluarga dan juga warga sekitar."

Untuk mewujudkan harapannya, Grandis selalu optimis dan belajar dari kegagalan. "Kita gagal ketika kita menyerah. Usaha adalah kewajiban tapi selalu berdoa adalah yang utama. Bisnis yang kami dirikan tak sekedar hanya mementingkan profit oriented tetapi seberapa besar manfaat bisnis tersebut kepada kehidupan religi dan kehidupan sosial kami." pungkasnya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X