Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Isu Ahok Jadi Menteri, Pakar: Tidak Terpenuhi Syaratnya

Politik
07 Jul 2020
Isu Ahok Jadi Menteri, Pakar: Tidak Terpenuhi Syaratnya

hariansuara.com, Jakarta - Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju era Jokowi kembali mencuat dalam sepekan terakhir ini. Rumor beredar Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.

Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menyampaikan Ahok tak dapat menjabat sebagai menteri. Sebab, eks Gubernur DKI Jakarta itu pernah divonis bersalah melakukan tindak pidana.

"Dia (Ahok) telah divonis bersalah melakukan tindak pidana yang ancaman hukumannya 5 tahun atau lebih. Maka tidak dapat menjadi menteri," kata Suparji dalam keterangan kepada hariansuara, Selasa, 7 Juli 2020.

Suparji menyampaikan meski vonisnya 2 tahun, tapi ancaman hukuman pasal yang menjerat Ahok adalah 5 tahun. Maka, yang bersangkutan tidak memenuhi syarat jadi menteri. 

"Jadi yang dilihat ancamannya, bukan vonisnya. Tindak pidana yang dilakukan diatur dalam pasal 156a yang ancaman hukumannya 5 tahun. Sebenarnya semua sudah jelas, tidak perlu diwacanakan," jelasnya.

Suparji menjelaskan aturan tersebut sudah dituangkan dalam UU 39 tahun 2008 tentang kementerian negara pasal 22 huruf f. Maka itu, semua pihak harus mentaati aturan tersebut termasuk presiden.

Kata dia, DPR sebagai pengawas pemerintah mesti mengawal soal isu reshuffle. Jangan sampai figur yang tak tak layak masuk jajaran kabinet.

"Karena itu kontrak sosial rakyat melalui DPR RI bersama presiden. Jangan sampai kasus Arcandra Tahar terulang, yaitu pengangkatan orang yang tidak terpenuhi syarat sebagai menteri," tuturnya.

Sebelumnya beredar susunan menteri Kabinet Indonesia Maju seiring mencuatnya isu reshuffle. Sejumlah nama baru muncul seperti Ahok, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, sampai Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir.

Dalam susunan yang beredar, Ahok diplot sebagai Menteri BUMN menggantikan Erick Thohir. Pun, AHY untuk posisi Menteri Koperasi dan UKM. Kemudian, Haedar menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (*) ras/zai

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X