Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

PBNU: DPR Mesti Legowo, Jangan Takut Hilang Muka karena Batalkan RUU HIP

Politik
12 Jul 2020
PBNU: DPR Mesti Legowo, Jangan Takut Hilang Muka karena Batalkan RUU HIP

hariansuara.com, Jakarta - DPR diminta tak ngotot tetap memaksakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang memantik kegaduhan. Tak perlu melanjutkan RUU HIP secara basa basi dengan mengubah judul RUU.

Ketua bidang Hukum, HAM, dan Perundang-Undangan PBNU, Robikin Emhas mengingatkan DPR saat ini disorot publik terkait kinerja terutama keberadaan RUU HIP. Ia meminta, para wakil rakyat di Senayan itu bisa legowo menarik RUU HIP dari daftar program legislasi nasional atau prolegnas prioritas 2020.

“DPR mesti legowo, jangan takut kehilangan muka karena batalkan RUU HIP. Ini kan masyarakat yang minta. DPR akan diapresiasi kalau batalkan karena berjiwa besar,” kata Robikin dalam diskusi virtual yang digelar Human Studies Institute dan dikutip hariansuara pada Minggu, 12 Juli 2020.

Selain Robikin, ada perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam diskusi virtual tersebut. Wakil Seretaris Jenderal MUI, Zaitun Rasmin menyuarakan keberadaan RUU HIP sudah memunculkan kontroversi hingga berujung kegaduhan.

Ia khawatir jika dipaksakan maka akan memunculkan kegaduhan. Sebab, yang diubah menyangkut Pancasila dan jadi isu sensitif.

Kata dia, gelombang demo protes RUU HIP di berbagai daerah mesti direspons positif DPR dan pemerintah. Seharusnya, pemerintah juga aktif mmendorong DPR agar membatalkan RUU tersebut.

“Jangan dilanjutkan atau pakai basa basi diubah jadi RUU PIP apa kek namanya. Kalau substansinya masih memonopoli tafsir Pancasila ya maka wajib dibatalkan,” jelas Zaitun.

Pun, ia menilai lebih baik saat ini semua pihak bersatu membantu penanganan pandemi Covid-19. Upaya ini lebih baik ketimbang membahas RUU HIP yang tak jelas dan belum ada urgensinya.

Apalagi, saat ini jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air memperlihatkan kenaikan yang signifika dengan menembus 70.018 orang yang sudah terinfeksi per Sabtu, 11 Juli 2020.

“Ketentraman dan kenyamanan masyarakat itu adalah harga yang sangat mahal. Jangan rusak hanya karena RUU HIP,” tutur Zaitun. (*) zai/lia       Foto: Aksi tolak RUU HIP/Ahmad Subaidi-ANTARAFOTO

 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X