Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Sindir Demokrat, Mahfud: Akrobat Hukum Djoko Tjandra Itu Mulai 2009

Politik
01 Aug 2020
Sindir Demokrat, Mahfud: Akrobat Hukum Djoko Tjandra Itu Mulai 2009

hariansuara.com, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyindir Partai Demokrat lantaran sejumlah elite yang nyinyir ke pemerintah soal kasus Djoko Tjandra. Mahfud menyinggung pernyataan Wakil Ketua Umum Demokrat Benny K Harman.

Benny sebelumya sering mengkritisi pemerintah yang dianggapnya tak becus mengurus buronan Djoko yang terkesan menampar wibawa Presiden Jokowi. Aparat hukum disebutnya seolah hanya bermain ciluk ba.

"Awalnya ada yg bilang Pemerintah bersandiwara mau menangkap Joko Tjandra. Toh dia diberi karpet merah. Ada yg bilang Pemerintah hny main "Ciluk Ba"," tulis Mahfud di akun Twitternya, yang dikutip hariansuara pada Sabtu, 1 Agustus 2020.

Mahfud menekankan bahwa awal kasus Djoko itu dimulai pada 2009 yang artinya di masa pemerintahan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Namun, nyatanya pemerintahan Jokowi sekarang mampu membawa Djoko Tjandra kembali ke Tanah Air.

"Ada yg bilang, ini hanya ribut sebulan dan stlh itu kasusnya dilupakan orang. Akrobat hukum Joko Tjandra itu dimulai thn 2009," tutur Mahfud.

Maka itu, ia bilang dalam persoalan Djoko Tjandra ini mesti ada kesadaran bersama. Ia mengatakan Djoko wajib jalani pidana dua tahun bui karena vonisnya demikian.

Bahkan, kata dia, Djoko bisa terancam lebih dari dua tahun pidana merujuk beberapa modus culasnya sampai menyeret sejumlah pejabat.

Dia mencontohkan adanya praktik suap yang dilakukan Djoko ke pejabat dalam pengurusan e-KTP sampai surat jalan.

"Thn 2009 kita sdh dikerjain oleh mafia hukum, sebab Joko Tjandra bs tahu akan divonis 2 thn dan lari sblm hakim mengetokkan palu. Siapa yg memberi karpet kpd dia saat itu shg bisa kabur sblm hakim mengetukkan vonisnya? Limbah mafia ini sdh lama ada, perlu kesadaran kolektif," jelasnya. (*) lia/zai             FOTO: Menko Polhukam Mahfud MD-ANTARA/Ahmad Subaidi

 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X