Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Debat Publik II- Tingkatkan Pelayanan Publik, Paslon 2 Aplikasikan Inovasi Teknologi 4.0 sampai Otonomi OPD

Politik
23 Nov 2020
Debat Publik II- Tingkatkan Pelayanan Publik, Paslon 2 Aplikasikan Inovasi Teknologi 4.0 sampai Otonomi OPD

hariansuara.com, Jember - Paslon Cabup-Cawabup Jember nomor urut 2, Haji Hendy Siswanto-Gus Firjaun (Muhammad Balya Firjaun Barlaman), hadir pada putaran kedua Debat Publik II Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jember 2020 pada Minggu (22/11/2020). Tema besar debat adalah Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat dan Menyelesaikan Persoalan Daerah.

Soal pertama: Langkah dan strategi apa untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Paslon nomor urut 2, Haji Hendy Siswanto-Gus Firjaun meyakini SDM aparatur Pemda sudah mumpuni dan mampu, hanya penempatan mereka yang kurang tepat. Tidak sesuai SOTK (Susunan Organisasi dan Tata Kerja) dan ini menyebabkan turunnya kualitas pelayanan kepada publik.

Ini tidak bisa dibiarkan. Bila suatu persoalan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tinggal tunggu kehancuran. Niat kami adalah menata ASN (aparatur sipil negara) sesuai SOTK. Pemimpin suatu kaum adalah pelayan, jadi juragan kami adalah masyarakat Jember. "Serahkan kepada kami, kami akan membuat pelayanan publik di Jember menjadi cepat, mudah dan terjangkau. InsyaAllah semua bahagia," imbuh H Hendy Siswanto.

Soal Kedua: Model dan orientasi kebijakan Pemda seperti apa yang akan diterapkan dalam menyelesaikan persoalan sosial yang ditimbulkan oleh masalah ekonomi?

"Pertama, melakukan penguatan mental spiritual sesuai keyakinan masing-masing. Ini sesuai Sila I Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Masyarakat Jember sebagai bagian dari bangsa Indonesia menjalankan ritual agama masing-masing dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka setiap persoalan pasti akan ada solusinya," jawab Gus Firjaun. 

Haji Hendy menjelaskan strategi kedua adalah dengan menerapkan konsep ekonomi prorakyat. Jumlah warga miskin didata secara valid, lalu pemberian BLT untuk kaum dhuafa, menyiapkan BLK (balai latihan kerja) kepada pengangguran, menyiapkan ketersediaan pupuk murah selama setahun, sehingga petani bisa bekerja dan membuka lapangan kerja dengan penerapan  sistem padat karya. 

"Penyebab masalah utama di Jember adalah kemiskinan. Untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan menaikkan pendapatan buruh, nelayan dan petani, memudahkan perizinan usaha dan melakukan pendampingan dan yang terpenting adalah menanamkan kecerdasan keuangan sejak dini," lugasnya.

Soal ketiga: Di Era Industri 4.0, inovasi, program dan strategi untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, efisien, transparan dan akuntabel, di tengah kemajuan pesat teknologi informasi dan komunikasi. 

"Di Era Industri 4.0 penerapan teknologi informasi dan komunikasi mutlak dilakukan mengingat persaingan yang sangat ketat. Sistem yang harus dilakukan adalan mengombinasikan seluruh kekuatan atau potensi sumber daya manusia yang ada di Jember," papar Haji Hendy.

"Bersinergi dan berkolaborasi, berakselerasi dengan perguruan tinggi di Jember, maka kita akan maju melesat melewati kabupaten-kabupaten lain yang telah lebih dulu meninggalkan kita. Di Era Industri 4.0, pelayanan akan lebih cepat, mudah, transparan dan masyarakat akan merasa lebih puas dalam pelayanan publik." 

Gus Firjaun menambahkan, "Serahkan kepada kami, maka kami akan berkomitmen memberikan otonomi kepada OPD (organisasi perangkat daerah) di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai tupoksi masing-masing."  (*) mel/mel   Foto: IST

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X