Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Debat Publik II-Paslon 2, Haji Hendy-Gus Firjaun: Target Kami, Atasi Kemiskinan, Bangun Rumah Layak Huni dan Sejahterakan Masyarakat Jember

Politik
23 Nov 2020
Debat Publik II-Paslon 2, Haji Hendy-Gus Firjaun: Target Kami, Atasi Kemiskinan, Bangun Rumah Layak Huni dan Sejahterakan Masyarakat Jember

hariansuara.com, Jember - Masih dalam putaran kedua Debat Publik Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jember 2020 pada Minggu (22/11/2020).

Pertanyaan diajukan oleh Paslon 1: Menurut kami, persoalan perumahan yang sangat krusial dan layak menjadi prioritas adalah perbaikan rumah tidak layak huni milik rakyat miskin. Oleh karenanya, beberapa tahun lalu, kami telah merenovasi 7.000 rumah tidak layak huni, dan ke depan kami akan selesaikan renovasi 50.000 rumah tidak layak huni lagi. Apakah Anda setuju dengan program renovasi rumah tidak layak huni tersebut atau memang menjadi prioritas?

Prioritas Paslon 2: Atasi Akar dari Kemiskinan di Jember

Paslon nomor urut 2, Haji Hendy-Gus Firjaun, tidak sepakat dengan gagasan merenovasi rumah tidak layak sebagai prioritas untuk saat ini. Mengingat ada kondisi Jember yang kritis pada saat ini, yaitu masalah kemiskinan.

“Jember tempatnya orang miskin. Jember tempatnya banyak sekali pengangguran. Tentunya yang pertama yang kami lakukan adalah memverifikasi dulu siapa yang berhak mendapatkan bantuan-bantuan tersebut agar tidak sampai salah sasaran," Haji Hendy mengawali jawabannya. lalu melanjutkan, 

"Tentu bantuan terhadap orang miskin, pengangguran, keberhasilan petani dan nelayan adalah kewajiban kita semua. Ini sesuai dengan slogan kami, wes wayahe mbenahi Jember. Itu artinya adalah mengembalikan hak-hak masyarakat Jember. Tetapi mengembalikan hak-hak itu tidak diberikan secara sederhana saja, tetapi kita, sebagai pemerintah, harus melakukan verifikasi terlebih dulu agar bantuan itu tepat sasaran, sehingga masyarakat yang berhak akan mendapatkan bantuan sesuai haknya."

Gus Firjaun menambahkan, "Yang utama, kita harus mencari akar permasalahan untuk bisa mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Tidak sekadar merenovasi rumah tidak layak huni, tetapi membiarkan kemiskinan itu tetap mereka alami. Karenanya, kami akan meningkatkan ekonomi rakyat miskin melalui berbagai inovasi yang akan dikembangkan, kemudian melanjutkan dengan memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk akan rumah yang layak huni."

Haji Hendy Siswanto melanjutkan, "Akselerasi adalah konsep kita untuk mempercepat kuantitas rumah layak huni, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bila dana kita cukup, sistem kita punya, bantuan ada dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember dan Provinsi, serta Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), tidak salahnya setelah kita melakukan verifikasi data, kita berikan bantuan kepada rakyat miskin kita untuk bisa mendapatkan rumah yang layak secara cepat.

Paslon 1 menanggapi jawaban Paslon 2: "Kebahagiaan itu ada tingkatannya. Ada yang paling minim, ada yang maksimal. Kebahagiaan minimal itu apabila kita punya program, lalu didukung Pak Hendy-Gus Firjaun. Itu kebahagiaan personal.

"Tapi kebahagiaan yang maksimal, kalau kita punya program didukung banyak pihak, didukung Pak Hendy-Gus Firjaun, lalu kita melihat kebahagiaan masyarakat akibat keputusan program kita. Itu baru kebahagiaan sejatinya. 

"Dan Pak Hendy, perlu saya tegaskan, bahwa ini bukan bagi-bagi program. Rumah tidak layak huni itu ada kriterianya. Kita tidak bisa pilih-pilih. Lantainya tanah, dindingnya gedek dan itu semua orang bisa lihat, tidak bisa menafikan. Dan tanahnya harus milik sendiri, bukan sewa. Harus penduduk Jember, karena yang kita gunakan adalah APBD Kabupaten Jember.

Dalam membuat program, tentunya kita harus berdasarkan data. Setelah kita terjunkan tim ke lapangan untuk menilai mana yang layak dapatkan bantuan. Pasti sudah ada langkah yang konkret. Berdasarkan verifikasi itulah kita langsung berikan bantuan sesuai budget. Program yang baik, saya pikir harus didukung."

Target Paslon 2: Kemiskinan Teratasi, Bangun Rumah Layak Huni dan Sejahterakan Masyarakat Jember

 Paslon 2 menanggapi kembali. Gus Firjaun angkat bicara, sejatinya kriteria tentang miskin ini perlu direvisi, perlu di-review. Kriteria tentang miskin ini perlu disempurnakan, sebab tidak melulu hanya melihat dari fisiknya saja. Perlu menjadi perhatian, agar program bantuan merenovasi rumah itu betul-betul tepat sasaran, dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Sebab, tidak semua orang yang rumahnya berlantaikan tanah, dindingnya dari bambu kita simpulkan, ini mesti miskin sudah. Tetapi ternyata dia memiliki lahan yang luas, ternak yang banyak. Sebetulnya dia mampu, karena memperoleh pendapatan lebih dari lahan dan ternaknya. Sebaliknya, ada orang yang rumahnya bagus, tapi dia tak mendapat penghasilan yang layak."

Haji Hendy menegaskan, bahwa sesuai slogan yang diusung oleh dirinya bersama Gus Firjaun, wes wayahe mbenahi Jember, akan melayani masyarakat Jember yang membutuhkan rumah yang layak huni.

"Kami yakinkan kepada masyarakat Jember, bahwa Haji Hendy dan Gus Firjaun, pasti akan melayani itu semua (kebutuhan masyarakat akan rumah layak huni).  Di atas semua itu, kami yakinkan, bahwa kemiskinan di Jember dalam waktu secepatnya kami entaskan, karena itu target sasaran kami." (*) mel/mel        Foto: IST 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X