Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Paslon Nomor 2, Haji Hendy Siswanto-Gus Firjaun Kembalikan Hak-hak Seluruh Masyarakat Jember yang Terabaikan Selama Ini

Politik
24 Nov 2020
Paslon Nomor 2, Haji Hendy Siswanto-Gus Firjaun Kembalikan Hak-hak Seluruh Masyarakat Jember yang Terabaikan Selama Ini

hariansuara.com, Jember - Tercatat dari panggung Debat Publik II Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jember 2020, Minggu (22/11/2020), tidak ternafikan, rapor Pemda Kabupaten Jember dalam pelayanan publik di lima tahun terakhir ini merah. Banyak laporan keluhan dari masyarakat masuk ke Ombudsman RI, sehingga tak pelak jika Ombudsman RI memberikan nilai 57,42 atau ketiga terburuk se-Jawa Timur, kepada Pemkab Jember untuk kategori pelayanan publik. 

Dari debat publik itu pun terkuak akar dari lambatnya pelayanan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) di Jember. Padahal tujuan Presiden Joko Widodo menurunkan PerPres No 27 Tahun 2009 tentang PTSP ini sejatinya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Jalur birokrasi disederhanakan, sehingga pengurusan berbagai dokumen dan izin menjadi lebih cepat, mudah dan murah. 

Penyelenggaraan PTSP di Jember belum berjalan semestinya. Faida sendiri mengakui penyelenggaraan PTSP masih harus dipercepat dan dibenahi. Mutu pelayanan tidak hanya cepat, tepat, tetapi tegak lurus, dan yang terpenting adalah bebas pungli. “Ini tantangan terbesar di Kabupaten Jember,” katanya.

“Tapi bisa saya laporkan di sini, PTSP lahir tahun 2017, sekarang sudah 5.200 IMB terlayani, SIUPP hampir 7.000, TDP (tanda daftar perusahaan) 100% sebanyak 7.100, ratusan izin layanan kesehatan, 10.000 izin tenaga kesehatan, 3.000 lebih izin reklame, izin operasional hampir 6.000. Yang tersisa, IMB karena kekurangan tenaga untuk survei lokasi. Total sekitar 97% permohonan perizinan itu sudah diselesaikan dengan baik.” 

Abdus Salam menilai, jumlah itu masih terlalu kecil dikerjakan dalam 3 tahun. Dari temuannya, di lapangan, banyak berkas belum dikembalikan bupati ke PTSP. Jadi, ‘tidak seindah warna aslinya’, timpal Ifan, yang kemudian memberi masukan kepada Faida, sepatutnya bupati tidak perlu menangani langsung pengurusan izin dan sebagainya itu. Beri kepercayaan kepada bawahan. Sentralistis seperti ini hanya menghambat pelayanan publik. 

Paslon Nomor Urut 2: Ikuti Aturan yang Ada, Kembalikan Hak-hak Seluruh Masyarakat Jember yang Terabaikan Selama Ini 

Tiba giliran Paslon 2, Haji Hendy Siswanto-Gus Firjaun, menyampaikan gagasan mereka untuk menyelesaikan masalah daerah di Kabupaten Jember, sekaligus menjadi closing statement.

“Menyelesaikan persoalan di Jember tidak cukup hanya dengan melakukan kongres. Kongres lagi, kongres lagi. Masyarakat butuh pemimpin yang melayani sepenuh hati. Bukan hanya memasang foto pemimpin di fasilitas publik. Masyarakat butuh pelayanan publik yang adil, baik dan berkualitas.

Selain itu, tentang lambatnya pelayanan publik, solusinya adalah dengan mendelegasikan tugas kepada OPD sesuai tupoksi masing-masing. Bukan sentralisasi di tangan bupati. 

Gus Firjaun menambahkan, menyelesaikan masalah di Kabupaten Jember tidak bisa dengan one hand, satu tangan. Melainkan harus bersama-sama melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk legislatif. Ini penting sekali untuk legitimasi kebijakan di Jember, sehingga pembangunan bisa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Haji Hendy-Gus Firjaun berkomitmen membenahi Jember yang karut marut sekarang ini dengan mengembalikan hak-hak rakyat, tanpa terkecuali. 

“Kami, Haji Hendy dan Gus Firjaun, akan mengembalikan hak-hak masyarakat sesuai kemakmuran dan kesejahteraan. Itu komitmen kami. Masyarakat yang mana? Ya, seluruh masyarakat Jember, tanpa terkecuali,” tegas Haji Hendy. 

Caranya dengan bersinergi, berkolaborasi dan berakselerasi dengan seluruh elemen masyarakat, aparatur pemerintah, Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan—Red).

“Semua kita gandeng, lalu mengikuti aturan yang sudah ditentukan. Negara kita dibangun oleh orang-orang pintar, pandai cendikia, yang membuat berbagai peraturan untuk tata kelola pemerintahan. Ikuti saja peraturan yang sudah digariskan. Negeri ini (Kabupaten Jember—Red) sungguh salah besar jika kita membuat aturan sendiri.”

Di ujung closing statement, Haji Hendy Siswanto dan Gus Firjaun berdiri, sambil meletakkan tangan kanan di dada kiri sebagai simbolis kesungguhan komitmen keduanya untuk membenahi Kabupaten Jember yang seluruh warga Jember cintai. Mengurai masalah demi masalah yang ada, dari kemiskinan, membangun rumah layak huni sampai membangun infrastruktur.

“Serahkan kepada kami. Kita kembalikan senyum bahagia masyarakat Jember. Coblos Nomor 2, Wes Wayahe Mbenahi Jember.” (*) mel/mel       Foto: IST

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X