Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

ASN Jember Solid Dukung Gubernur Khofifah Anulir Mutasi 13 Pejabat oleh Bupati Faida

Politik
20 Jan 2021
ASN Jember Solid Dukung Gubernur Khofifah Anulir Mutasi 13 Pejabat oleh Bupati Faida

hariansuara.com, Jember - Aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jember kompak dan solid mendukung keputusan Gubernur Khofifah yang menganulir keputusan Bupati Faida dalam memutasi 13 pejabat di Pemkab Jember. 

Ini menandai keputusan hak dari pejabat di atasnya, yaitu Pemerintah Provinsi, terhadap pelanggaran yang dilakukan Bupati Jember Faida dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah. 

Diketahui bersama, merujuk ke Undang-undang Pilkada, Menteri Dalam Negeri sudah mengeluarkan larangan memutasi kepada pejabat provinsi dan kabupaten yang menyelenggarakan pilkada. Mutasi baru dapat dilakukan oleh bupati terpilih. Surat edaran resmi dari Mendagri ini bernomor 820/6923/SJ, tertanggal 23 Desember 2020. 

Tetapi pada 30 Desember 2020, Bupati Jember Faida memutasi 13 pejabat yang sebagiannya definitif, dan menggantinya dengan pelaksana tugas (Plt). Salah seorang di antaranya pejabat yang ‘dicutik’ adalah Sekretaris Daerah, Mirfano. 

Baca Juga: Jelang Pilkada 2020, Bawaslu Jember Ingatkan Bupati Faida Tak Mutasi Pejabat

Yang memiriskan hati, pengangkatan Plt ini dilakukan Bupati tidak di posisi yang kosong, melainkan masih ada yang menjabat di sana. Seperti yang terjadi di Kecamatan Ledokombo dan Kecamatan Mumbulsari. Dan ini sangat membingungkan masyarakat.

Seperti dialami Pak Dirman, sebut saja demikian. Ia kaget bukan kepalang tatkala ada keperluan di Kecamatan Ledokombo dan ingin bertemu Pak Camat, ia malah diajukan pertanyaan, "Mau ketemu Pak Camat yang mana, karena ada dua Camat."

"Sebagai warga saya jelas bingung. Kok kusut begini ya?" Dirman berkomentar sewajarnya. Pasalnya, baru kali ini dia menemukan dua orang berbeda menduduki satu jabatan yang sama dalam satu waktu. 

Bahkan sempat diberitakan di media massa lokal, bahwa bersama Plh Sekda, Achmad Imam Fauzi, Bupati mengesahkan Perbup Penggunaan APBD 2021 secara sepihak. Padahal sebelumnya telah dua kali Gubernur Khofifah menolak pengajuannya. 

Melihat satu per satu kasus itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertindak tegas. Sejumlah pejabat di lingkungan provinsi ditugaskan untuk mengatasi keruwetan di Pemkab Jember.

Pertama, telah diputuskan, bahwa tindakan Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief menindaklanjuti rekomendasi Menteri dalam Negeri untuk mengembalikan jabatan sesuai KSOTK 2016 itu adalah sah.

Kedua, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menganulir keputusan mutasi 13 pejabat yang dilakukan Bupati Faida. Dengan ini, masalah mosi tidak percaya ratusan ASN terhadap Bupati Faida telah terjawab.

Menyangkut keputusan Bupati Faida memutasi 13 pejabat dan menggantinya dengan 13 Plt itu dinilai cacat hukum.

Dengan keputusan Gubernur Khofifah tersebut, sikap ASN sendiri kini akhirnya menjadi bulat. Tidak seperti selama ini yang tanpa disadari telah terseret-seret menjadi dua kubu yang saling berseberangan. Pro dan kontra. Situasi ini sangat tidak kondusif. Terlebih bila dikaitkan dengan tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah untuk melayani kebutuhan masyarakatnya. 

Dengan dikeluarkannya putusan dari Gubernur Khofifah yang menganulir mutasi 13 pejabat oleh Bupati Faida tersebut, maka Mirfano tetap menjabat sebagai Sekretaris Daerah. 

Dalam keterangannya kepada pers, Mirfano juga telah mengusulkan kepada Bupati Jember Faida untuk membatalkan Peraturan Bupati tentang APBD 2021. Pasalnya, hal ini berdampak sangat buruk. Sampai sekarang Kabupaten Jember tidak memiliki APBD untuk menjalankan roda pemerintahan.

Bahkan tak kurang dari 19 ribu ASN dan tenaga kontrak di Pemkab Jember belum menerima gaji Januari 2021, sementara tinggal 10 hari lagi sudah ganti bulan. Namun, ia tetap membesarkan hati, Bupati Faida berkenan menerima usulan ini, sehingga ASN dan tenaga kontrak dapat menerima gaji. Kabupaten Jember juga memiliki dana untuk operasional. (*) mel/mel      Foto: IST

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X