Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Imron Baihaqi: Bupati Lama Jember Sengaja Rusak Sistem Pemkab untuk Hambat Kerja Pemimpin Baru

Politik
22 Jan 2021
Imron Baihaqi: Bupati Lama Jember Sengaja Rusak Sistem Pemkab untuk Hambat Kerja Pemimpin Baru

hariansuara.com, Jember – Banyak pihak melihat sebagai kesengajaan perempuan bupati pertama di Kabupaten Jember, dr Faida MMR, melakukan tindakan yang timbulkan kegaduhan demi kegaduhan.

Kegaduhan paling anyar dilakukan Bupati Faida adalah dengan membiarkan pelaksana tugas (Plt) yang diangkatnya, Peny, menjalankan tugasnya sebagai Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Jember. Padahal Bupati lama ini jelas tahu bahwa mutasi dan pengangkatan Plt yang dilakukannya adalah sebuah pelanggaran. Dengan kata lain, cacat hukum, ilegal dan tidak berlaku.

Diberitakan luas di media massa, bagaimana Bupati Faida mempertontonkan adigungnya dengan sengaja melanggar Undang-undang Pilkada, yaitu larangan bagi pejabat provinsi dan kabupaten yang menyelenggarakan pilkada melakukan mutasi.

Ia juga telah mengabaikan larangan tentang itu yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui surat edaran resmi bernomor 820/6923/SJ tertanggal 23 Desember 2020. Memutasi sejatinya menjadi kewenangan dari Bupati Jember Terpilih.

Tetapi sampai pada 8 Januari 2021 lalu, Faida dengan santainya mengeluarkan SK mutasi sejumlah ASN untuk duduk di posisi Plt maupun staf. Gubernur Khofifah langsung menganulir SK mutasi yang dikeluarkan Bupati Faida tersebut. 

Dasar keabsahan tersebut sewajibnya dihormati dan dipatuhi bersama oleh semua pihak. Ternyata, tidak. ASN Plt Kepala Bagian Perekonomian Jember, Peny, tetap bertugas. Ia berpegang pada SK ilegal dari Bupati Faida itu sebagai sebuah kebenaran.

Ketua Komisi C DPRD, David Handoko Seto, bersama beberapa anggota Dewan siang itu mendapat laporan bahwa Plt yang ilegal ini sedang bertugas. Pembuktian kebenaran atas laporan tersebut dilakukan dan ternyata benar. 

“Ya betul. Saya, Imron Baihaqi, bersama rekan-rekan dari Komisi C DPRD Jember melakukan pengecekan. Bersama Ketua David Handoko Seto, Hadi Supaat, Agusta, dan Pak Mangku, mengecek kebenaran berita adanya Plt yang bertugas,” ujar Imron Baihaqi, anggota Komisi C DPRD Jember, kepada Husnul Arifin Mansur, aktivis dan tokoh masyarakat Jember, yang menemuinya.

Imron Baihaqi yang juga Ketua Gerakan Pemuda Kabah (GPK) DPC Kabupaten Jember itu memaparkan kronologi pembuktian tersebut lebih lanjut, 

“Kenyataannya, betul begitu adanya. Ketika kami masuk ke ruangan itu, mereka sedang rapat untuk melakukan open bidding PDAM (perusahaan daerah air minum) dan yang lainnya. Kami pun bersama-sama melakukan pengusiran Plt dari situ. Kita ketahui bersama, SK pengangkatan mereka itu ilegal, cacat hukum, karena tidak sesuai dengan peraturan Kemendagri dan Gubernur.” 

Sebagai informasi, open bidding adalah proses pelelangan di mana para peserta dapat melihat penawaran peserta lain, sehingga persaingan makin meningkat dan bisa mencapai harga pokok yang optimal.

Bidding ini tidak lagi jadi kewenangan Bupati lama, melainkan murni kewenangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, H Hendy Siswanto dan Gus Firjaun. Apalagi pengangkatan Plt oleh Bupati Faida itu merupakan produk pelanggaran hukum. Jadi, ilegal dan tak berlaku keberadaannya.

Untuk itulah, Dewan melakukan pengusiran Plt Kabag Perekonomian Kabupaten Jember ilegal dari ruang kerjanya. Pun, mereka menghentikan proses open bidding yang dilakukan.

“Apa yang kami lakukan ini adalah bentuk pengawasan legislatif terhadap kinerja eksekutif,” ujar David Handoko kepada pers siang itu.

Bikin Gaduh Sengaja Hambat Langkah Bupati-Wabup Jember Terpilih

Selama ini banyak orang merasakan kegundahan hati melihat karut marut di Pemkab Jember. Husnul pun merasakan hal serupa, karena itu ia terus menyasar ke Imron Baihaqi untuk mencari jawabnya. 

Husnul bertanya, “Kagaduhan demi kegaduhan digulirkan Bupati Faida dalam lima tahun memimpin Jember. Menurut Anda, apa sebenarnya pesan yang disiratkan melalui ulah Bupati Faida itu dengan terus-menerus membuat kegaduhan di Kabupaten Jember?”

Imron Baihaqi tegas menjawab, bahwasanya karut marut di Pemkab Jember ini tak ada lain adalah upaya dari Bupati lama (dr Faida MMR--Red) melakukan kerusakan di sistem pemerintahan. Bupati baru yang menggantikan kedudukannya nanti akan kesulitan merealisasikan program-programnya.

“Saya menilai kegaduhan atau kerusuhan yang mereka lakukan ini adalah untuk merusak tatanan pemerintahan. Jadi, ketika datang Bupati Terpilih, maka bupati dan wakilnya tersebut tidak bisa melaksanakan program-program yang telah mereka rencanakan," jelas Imron, sambil melanjutkan.

“Jangankan melakukan realisasi program. Yang ada, pemimpin Jember baru nanti dibuat sibuk melakukan pembenahan, karena struktur pemerintahan yang ada sudah dirusak oleh Bupati lama.”

Namun demikian, Imron Baihaqi yakin Bupati dan Wakil Bupati Jember Terpilih, H Hendy Siswanto dan Gus Firjaun akan terus berjalan. Pun, tetap komit, tidak melalaikan apa yang sudah disampaikan keduanya kepada masyarakat melalui 7 Program Unggulan mereka.

“Meski banyaknya persoalan di Jember, harapan saya untuk Bupati dan Wakil Bupati Terpilih tetap komit dalam menjalankan 7 Program Unggulan. Saya, Imron Baihaqi, berjanji mengawal kepentingan rakyat. Saya akan menagih hak-hak masyarakat yang selama ini diabaikan oleh Bupati lama,” lanjut Imron. (*) stmh/mel       Foto: IST

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X