Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

H+1 Pelantikan, Bupati Hendy Survei Pasar, Lokasi Banjir sampai Jembatan Retak di Gladak Kudung

Politik
27 Feb 2021
H+1 Pelantikan, Bupati Hendy Survei Pasar, Lokasi Banjir sampai Jembatan Retak di Gladak Kudung

hariansuara.com, Jember - Bupati Jember ke-19, Hendy Siswanto, dilantik Gubernur Jawa Tsebagai Bupati Jember ke-19 beserta Wakil Bupati MB Firjaun Br di Surabaya. Langsung balik, dan setibanya di Jember, langsung berziarah ke makam orang tua masing-masing, lalu ke Pendopo Wahyawibawagraha untuk bersilaturahim dengan masyarakat. Bertemu haru dengan para Kyai sepuh. Tampak juga Ketua DPRD Jember, Kapolres, Dandim, Kejari, maupun Ketua Partai dan tokoh lainnya.

Cukup larut acara selesai. Namun, keesokan paginya, Sang Bupati membuat para pedagang di Pasar Tanjung terkejut bukan kepalang. Mereka tak duga didatangi Pak Bupati yang datang bersepeda ditemani istri, Ibu Kasih Fajarini. 

Itulah karakter Bupati Hendy Siswanto. Seorang pekerja keras, penuh dedikasi dan sangat komit pada tanggung jawabnya. Meski baru sebentar istirahat, pagi sudah gowes inspeksi lapangan.

Melihat, Cermati & Cari Solusi 

Sejak muda Bupati Hendy terbiasa bekerja sistematis dan persisi, pastinya dengan akselerasi, yaitu selalu memaksimalkan waktu. Kerja cepat. Untuk itulah ia mengecek langsung di lapangan, mencermati permasalahan yang ada, lalu mencarikan solusinya. Di Pasar Tanjung pun demikian. Pelajari sarana prasarana, mendengar keluhan pedagang yang kesusahan tak ada air, toilet macet sampai langit-langitnya bocor. Belum lagi wajah pasar yang bersejarah itu amat kumuh.

Keliling, dilihatnya ada pedagang tak bermasker. Spontan, karena terbiasa peduli kepada sesama, Pak Bupati sejak dulu selalu sedia stok masker di mobil. Ia meminta masker baru, lalu tanpa canggung memakaikan masker kepada bapak pedagang itu. 

“Kita wajib ikhtiar. Tapi tidak boleh abai melindungi diri dari COVID-19. Tetap harus disiplin menjaga protokol kesehatan. Tidak bisa ditawar,” ujar Haji Hendy, sungguh-sungguh. 

Survei lapangan berlanjut, yakni mendatangi kawasan Rambipuji yang semalam terkena luapan air sungai saat hujan mengguyur deras. Masyarakat sempat khawatir dibuatnya. 

“Air meluap karena sedimen yang tebal. Bibir sungainya tipis tergerus erosi. Ini bisa diatasi dengan membangun retaining wall, tembok penahan, setinggi 5 meter. InsyaAllah air tidak akan meluap lagi di Rambipuji,” ujar Haji Hendy.

Segera, katanya, ia akan selesaikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang ada. Mengupasnya bersama DPRD, lalu melaporkan permasalahan ini ke Pemerintah Provinsi sekalgius memberikan alternatif solusi dan mengawalnya. Diharapkan agar bisa mendapatkan bantuan untuk membangun retaining wall segera. 

Selesai hari ini? Tidak! Bupati Hendy dan rombongan kecil beringsut ke Jembatan Gladak Kudung di Desa Rambigundam, Rambipuji. Di bagian tengah jembatan ada retakan yang melintang panjang. 

“Saya lihat terjadi penurunan tanah sehingga pilar di bagian tengah bergeser. Menurut saya pilarnya masih kuat, jadi bisa dipertahankan. Kita beri penguat di pilar dan tindakan teknis lainnya. Ini mesti diperbaiki segera. Untuk keselamatan, motor masih aman dilalui. Tetapi untuk truk, berbahaya,” lanjut Haji Hendy.

Sebelum pamitan, mencuat pertanyaan ‘nakal’ dari wartawan tentang hadirnya Sekretaris Daerah pada survei lapangan. Tak kalah taktis, Bupati Hendy langsung menjawab.

“Bekerja ya harus begini, melibatkan semua orang. Mosok saya harus bekerja sendiri? Jember ini tidak bisa dibenahi oleh satu orang saja. Tetapi harus bersama-sama, begitu juga media. Media mesti beritakan perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah agar masyarakat bersemangat dan termotivasi.” (*) mel/mel     Foto: IST

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X