Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Bupati Jember Hendy Siapkan Rumah Tangguh Antisipasi COVID-19 Seiring Kepulangan Pekerja Migran

Politik
04 May 2021
Bupati Jember Hendy Siapkan Rumah Tangguh Antisipasi COVID-19 Seiring Kepulangan Pekerja Migran

hariansuara.com, Jember - Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI), ujar Direktur Eksekutif Migrant CARE Anis Hidayah, berdasarkan data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), total ada 10.395 orang hingga November 2020. Sedangkan data di Penempatan PMI dari Jawa Timur per 01 November 2020 sejumlah 3.767 orang.

Awal Mei lalu sebagian PMI asal Jember pulang terkait kontrak kerjanya habis. Bagaimana menghadapi kepulangan mereka terkait penanganan COVID-19?

Simak keterangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di @khofifah.ip, bahwa seluruh PMI yang mendarat di Bandara Juanda, Surabaya tidak diperbolehkan langsung kembali ke rumah masing-masing. Mereka diwajibkan menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Mereka juga harus menjalani tes Swab PCR (polymerase chain reaction). Jika positif dirujuk ke RS Darurat Indrapura. Jika negatif dipersilakan kembali ke daerahnya masing-masing.

Bupati Jember Hendy Siswanto sendiri telah bersiap siaga mengawal kepulangan PMI dari Surabaya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Di antaranya Dinas Kesehatan di bawah pengawalan Plt. Kadinkes Jember dr Wiwik, kemudian Dinas Ketenagakerjaan dipimpin Plt. Kadisnaker Bambang Edy Santoso serta Dinas Perhubungan yang dipimpin oleh Plt Kadishub Siswanto.

Tidak cukup itu. Bupati Hendy juga menyiapkan Rumah Tangguh di desa, sebisanya mendekati tempat tinggal PMI. Di sini menjadi tempat karantina sementara untuk pemeriksaan swab PCR sekali lagi. Seperti itu SOP yang disampaikan Gubernur Khofifah untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang berasal dari luar negeri. 

Simak baik penjelasan Gubernur Khofifah, "Di daerah masih dilanjutkan karantina untuk swab PCR sekali lagi. Jika hasilnya negatif, baru boleh pulang ke rumah. Jika positif akan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Prosedur ini harus dilewati untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang berasal dari luar negeri (imported case)."

Dengan sinergi dan kolaborasi yang baik, serta hati yang luas, maka perjuangan menyelamatkan kesehatan masyarakat Kabupaten Jember tentu dapat dilaksanakan dengan baik. (*) jane/mel     Foto: IST, ANTARA/Rusman

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X