Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]

Terkendala Minimnya Tracer, Mendagri: Tracer Digaji, Jadi Rekrut untuk Maksimalkan Pelayanan

01 Aug 2021
Terkendala Minimnya Tracer, Mendagri: Tracer Digaji, Jadi Rekrut untuk Maksimalkan Pelayanan

hariansuara.com, Jember - Dalam rakor Tim Satgas Penanganan Covid-19, Sabtu (31/07/2021) juga, Ketua Satgas penanganan Covid-19, Ir H Hendy Siswanto menyampaikan hasil rakor yang dilakukannya secara vidcon sebelumnya dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menko Maritim dan Investasi (Menkomarves), Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan kondisi pasca Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari 3 Juli 2021. Secara keseluruhan kondisi saat ini di ICU 81%, isolasi 71 %, rumah sakit lapangan 54%, sedangkan rumah karantina/isolasi terpusat (isoter) 52%. 

Testing di Jawa Timur telah melampaui standar WHO, tetapi masih terkendala dalam hal tracing. Gubernur Khofifah mengulas kendala terbatasnya ketersediaan tracer (yang melakukan tracing). Selama ini tracer harus didampingi swabber dari bidan desa atau bidan puskesmas. Adapun pengisian Si Lacak, diusulkan Gubernur Khofifah, dengan merangkul Universitas untuk menugaskan mahasiswa KKN.

“Ini satu-satunya format untuk bisa tracing. Ada pun data di Kodam itu 1 banding 4. Sifatnya manual, kalau di-capture dari Si Lacak, data itu tidak ketemu. Memang harus dicari relawan untuk apply dari Si Lacak,” ujar Gubernur Khofifah kepada Menko Marves.

Berkali Menkomarves, Luhut Pandjaitan, menyatakan pentingnya tracing dalam penanganan Covid-19. 

Mengenai ketersediaan tracer yang terbatas, Mendagri Tito menyampaikan, tracer boleh digaji (dianggarkan). Jadi, statusnya ia bekerja, meski tidak ada jam kerjanya. 

Tatkala tracer kelelahan karena overloaded penugasan, terlebih saat kasus positif Covid-19 melonjak, bisa rekrut tracer tambahan. Yang penting targetnya, pelayanan kepada masyarakat maksimal.

Bertindak Tegas dan Humanis

Gubernur Khofifah kemudian menyinggung adanya pelanggaran regulasi PPKM Level 4 di Jember, yang kemudian menjadi persoalan di Indonesia. Gubernur meminta TNI-Polri menindak tegas siapa pun pelakunya, tetapi dengan cara yang humanis.

Kalau bisa, sesuatu acara dapat dicegah sebelum kegiatan itu dimulai. Menkomarves meminta resepsi yang digelar Gus Aab itu didalami, sebab ini menjadi perhatian nasional. Sikap Pemerintah Pusat kini semakin tajam, juga termasuk pemberian sanksinya.

Untuk itulah, Ketua Satgas Covid-19 Hendy Siswanto menginstruksikan seluruh jajaran Satgas Covid-19 Kabupaten Jember menjalankan instruksi Mendagri secara tegas dan humanis.

Bagaimana pemulasaran dan pemakaman warga Covid-19 di rumah sakit?

Pelaksanaannya harus betul-betul dikomunikasikan dan berjalan cepat. Jangan sampai terjadi lagi pelemparan terhadap mobil ambulans seperti yang lalu.

Untuk menjaga segala sesuatunya berjalan dengan aman, TNI-Polri wajib mengawal keseluruhan prosesi, mulai dari pemulasaran hingga pemakaman. (*) Bisri/Santang           Foto: Pemkab Jember

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X