
hariansuara.com, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi belum lama ini menetapkan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai Lembaga Pusat Ungulan Iptek (PUI) Bidang Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional Indonesia.
Pusat Unggulan Iptek (PUI) adalah suatu organisasi yang melaksanakan kegiatan-kegiatan riset bertaraf internasional. PUI bergerak pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin, dengan standar hasil yang sangat tinggi, serta relevan dengan kebutuhan pengguna Iptek.
"Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional merupakan salah satu teknologi unggul di BPTBA LIPI. Teknologi ini telah melalui tahap riset pengemasan makanan tradisional sejak 2004 dan mulai diseminasikan (digunakan) oleh masyarakat khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM) sejak 2009," tutur Hardi Julendra, S.Pt, M.Sc, Kepala BPTBA LIPI.
Hardi menjelaskan keunggulan dari Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional ini adalah awet tanpa bahan pengawet hingga 1 tahun lebih, tidak merubah citarasa, mudah dibawa sehingga dapat dijadikan oleh oleh luar kota bahkan hingga ke luar negeri. Harapannnya, dengan teknologi ini, makanan tradisional Indonesia dapat menjadi kuliner Nusantara yang mendunia, ungkapnya.
Hardi menegaskan, teknologi ini menjadikan solusi bagi pelaku UKM kuliner makanan tradisional. Biasanya produk-produk ini hanya dapat dijual dan dipasarkan oleh UKM serta diperoleh dan dinikmati oleh konsumen hanya di daerah asal tempat makanan tersebut. Namun dengan teknologi ini, jangkauan pemasaran produk makanan tradisional menjadi lebih luas, ulasnya.
Saat ini PUI Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional sudah dimanfaatkan oleh lebih dari 30 UKM di berbagai wilayah Indonesia dan telah setidaknya mengembangkan 42 jenis resep makanan tradisional khas Kuliner Tradisional Nusantara antara lain Gudeg Jogja, Gudeg Solo, Rawon, Brongkos, Sayur Lombok Ijo, Mangut Lele, Rendang, Keumamah (Ikan Kayu) khas Aceh, Tempe Bacem, Tempe Kari, Oseng oseng mercon dan makanan khas lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu UKM yang telah memanfaatkan teknologi pengemasan makanan tradisional dan sukses baik pasar domestic dan mancanegara adalah adalah Gudeg Kaleng Bu Tjitro 1925.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU