BI Perlu Tinjau Kebijakan Isi Ulang E-money

Ekonomi & Bisnis
19 Sep 2017

 hariansuara.com, Jakarta - Bank Indonesia perlu meninjau kebijakan isi ulang uang elektronik (e-money) agar masyarakat dapat dilindungi hak-haknya serta selaras dengan arahan pemerintah yang ingin menggalakkan kebijakan nontunai di tengah masyarakat. "Jangan bertindak seolah-olah menjadi bank komersil yang mencari untung. Sebab itu, BI mesti meninjau ulang kebijakan top up (isi ulang)

Aspek: Gerakan Nasional Non Tunai Untungkan Perbankan

Ekonomi & Bisnis
19 Sep 2017

 hariansuara.com, Jakarta - Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menilai Gerakan Nasional Non Tunai hanya menguntungkan bisnis perbankan tanpa mempertimbangkan hak-hak rakyat. "Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) berimbas pada pemberlakuan Gardu Tol Otomatis (GTO) yang akan dipaksakan oleh BI dan Jasa Marga pada Oktober 2017," ujar Presiden ASPEK Indonesia

Presiden Jokowi Tinjau Balkondes Pertamina

Ekonomi & Bisnis
18 Sep 2017

 hariansuara.com, Magelang - Presiden RI Joko Widodo, mengunjungi Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Omah Guyub Wringin Putih binaan PT Pertamina (Persero). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi berkesempatan meninjau kearifan lokal yang ada di Balkondes Wringin Putih diantaranya seni jemparingan atau memanah dan kerajinan batik. Kunjungan Presiden Jokowi ke Balkondes Omah Guyub

Legislator: Tinjau Ulang Rencana Biaya Top Up E-Money

Ekonomi & Bisnis
18 Sep 2017

 hariansuara.com, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI H. Ecky Awal Mucharam meminta agar rencana pengenaan biaya top up E-money ditinjau ulang. “Fintech (financial technology) termasuk uang elektronik memang perlu didorong, tetapi jangan dengan membebani masyarakat dan hanya menguntungkan penyedia jasa” kata Ecky di Kompleks DPR-RI Senayan, Jakarta, Senin (18/9). Ecky

ADB Berikan Pinjaman 1 Miliar Dollar bagi Sektor Energi Indonesia

Ekonomi & Bisnis
14 Sep 2017

hariansuara.com, Manila, Filipina - Dewan Direktur Asian Development Bank (ADB) hari ini menyetujui dua pinjaman yang total bernilai hingga 1,1 miliar dollar untuk memperkuat dan mendiversifikasi sektor energi Indonesia, sektor yang dipandang penting dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.  Yang pertama adalah pinjaman berbasis kebijakan

Load More