Ribuan Triliun Potensi Pajak Menguap dari Misinvoicing Impor

Ekonomi & Bisnis
30 Sep 2025

hariansuara.com – Hasil riset NEXT Indonesia Center menemukan adanya dugaan praktik manipulasi faktur dari transaksi impor atau trade misinvoicing senilai US$720 miliar sepanjang periode 2014-2023. Nilai itu setara dengan Rp10.080 triliun, berdasarkan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sepanjang periode observasi yang mencapai Rp14.000 per dolar Amerika Serikat (AS).Peneliti NEXT

Tim Komunikasi Bibit.id Sabet Penghargaan “PR Practitioners of the Year 2025”

Ekonomi & Bisnis
19 Aug 2025

hariansuara.com - Jakarta, 19 Agustus 2025. Aplikasi investasi digital terdepan di Indonesia, Bibit.id, kembali menyabet penghargaan atas kerja kerasnya mengimplementasikan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Kali ini, tim Corporate Communication Bibit diganjar penghargaan “PR Practitioners of the Year 2025” dalam ajang Indonesia PR of the Year 2025

Demam Paylater Ancam Kehilangan Subsidi 

Ekonomi & Bisnis
09 Jun 2025

hariansuara.com – Pembiayaan Buy Now Pay Later  (BNPL) atau paylater yang terus melaju dapat menimbulkan ancaman baru bagi nasabah. Ketika pengembalian pinjamannya bermasalah, mereka berpotensi kehilangan jatah subsidi yang sudah disediakan pemerintah.“Kondisi ini sering kali tidak disadari oleh masyarakat. Akibat nikmat paylater yang sesaat, bahkan sedikit, bisa kehilangan

Praktisi Koperasi, Suroto: Paus Fransiskus dan Koperasi

Ekonomi & Bisnis
23 Apr 2025

hariansuara.com - Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto, menulis apresiasinya terhadap kepedulian Paus Fransiskus Xaverius terhadap pembelaan atas perjuangan kemanusiaan dan keadilan. Salah satunya adalah dedikasi Paus Francis yang wafat dalam suasana perayaan Paskah itu terhadap isu koperasi. Berikut tulisannya secara lengkap. "Tepat di hari perayaan Paskah, seluruh

PHK dan Pemilikan Saham oleh Pekerja

Ekonomi & Bisnis
09 Mar 2025

hariansuara.com - Gelombang pemutusan hubungan kerja(PHK) terus menyeruak di Tanah Air akhir-akhir ini. Alasannya, selain lesunya kondisi ekonomi makro, juga akibat banjirnya impor barang jadi dan masalah tata kelola. Rontoknya industri di dalam negeri tak terhindarkan.Pada Januari 2025 saja, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat ada 3.325 pekerja terkena PHK. Belum termasuk data 8.500 orang

Load More