Israel dan Turki Perang Kata-kata Atas Kekerasan di Gaza

Internasional
03 Apr 2018

hariansuara.com, Yerulasem - Perang kata-kata antara Israel dan Turki mengenai kekerasan di Gaza berlanjut pada hari Senin.Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan mengatakan kepada Radio Angkatan Darat bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan adalah "anti-Semit" setelah Erdogan mengecam Israel karena menembak mati 17 warga Palestina selama protes massal di Gaza pada hari Jumat.Erdogan

Malala Tinggalkan Pakistan Setelah Kunjungan Emosional

Internasional
02 Apr 2018

hariansuara.com, Islamabad - Peraih Nobel perdamaian Malala Yousafzai pada Senin (2 April) berangkat ke Inggris setelah empat hari kunjungan penuh emosional ke Pakistan.Malala membuat kunjungan ke Pakistan pekan lalu lebih dari lima tahun setelah dia ditembak di kepala oleh seorang pria bersenjata Taliban karena Malala mendukung pendidikan anak perempuan."Malala Yousafzai bersama dengan

Mantan Diktator Guatemala Rios Montt Yang Dituduh Lakukan Genosida Meninggal

Internasional
02 Apr 2018

hariansuara.com, Guatemala City - Efrain Rios Montt,  mantan diktator militer yang memerintah Guatemala antara tahun 1982 dan 1983 meninggal pada Minggu (1 April) pada usia 91 tahun.Salah satu pengacaranya, Luis Rosales, mengatakan  bahwa Rios Montt meninggal di rumahnya, dengan cinta keluarganya dan hati nurani yang bersih.Rios Montt dituduh bertanggung jawab atas pembunuhan 1.771

Indonesia Kecam Keras Serangan Tentara Israel Kepada Aksi Demo di Gaza

Internasional
01 Apr 2018

hariansuara,com, Jakarta -  Indonesia mengecam keras serangan oleh tentara Israel kepada warga Palestina yang sedang berdemo di perbatasan Gaza dan Israel, yang mengakibatkan puluhan warga Palestina meninggal dan ratusan luka-luka."Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan duka cita mendalam dan solidaritas kepada korban dan keluarga korban akibat aksi serangan tentara Israel tersebut."

Rusia: Lebih dari 50 Diplomat Inggris Harus Angkat Kaki dari Rusia

Internasional
01 Apr 2018

hariansuara.com, Jakarta - Lebih dari 50 anggota staf misi diplomatik Inggris di Rusia harus pergi terkait ketegangan antara Rusia dan Barat yang telah meningkat tajam atas kematian seorang mantan mata-mata.Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan pada Jumat bahwa Inggris harus mengurangi personilnya dalam misi diplomatik di Rusia dalam waktu satu bulan tanpa mengungkapkan berapa banyak orang

Load More