RUU Energi Baru dan Terbarukan Belum Memadai Akomodir Panas Bumi

Ekonomi & Bisnis
25 Jan 2020

hariansuara.com, Jakarta - Rancangan Undang-Undang Energi Baru Dan Terbarukan (RUU EBT) belum memadai untuk pengaturan pemanfaatan panasbumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang potensial di masa depan.Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia (ADPPI) Hasanuddin saat mengomentari draft RUU EBT yang akan segera dibahas DPR RI.“Draft ini masih

Indonesia Perlu Tingkatkan Keterbukaan Ekonomi

Ekonomi & Bisnis
24 Jan 2020

hariansuara.com, Jakarta - Banyak faktor yang memengaruhi perekonomian sebuah negara, diantaranya adalah nilai tukar mata uang, neraca perdagangan dan juga keterbukaan ekonomi. Banyak hal yang memengaruhi keterbukaan ekonomi, salah satunya adalah kebijakan pemerintah dan juga regulasi yang mendukung masuknya investasi, aliran dana dan kerjasama dari negara lain ke sebuah negara. Kondisi seperti

CIPS: Hambatan Non Tarif dalam Perdagangan Pangan Merugikan Konsumen

Ekonomi & Bisnis
22 Jan 2020

hariansuara.com, Jakarta - Hambatan non tarif dalam perdagangan pangan merugikan konsumen karena menyebabkan tingginya harga komoditas pangan. Sampai saat ini, Indonesia masih menerapkan berbagai bentuk hambatan non tarif. Padahal Indonesia harus menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam mentaati perjanjian dagang internasional, salah satunya melalui penghapusan hambatan non tarif dan juga

Melalui KUR, Pemerintah Upayakan Keberpihakan Pada UMKM

Ekonomi & Bisnis
21 Jan 2020

hariansuara.com, Jakarta - Pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dan pelemahan perekonomian global tidak terlepas dari kontribusi Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, kebijakan pengembangan UMKM diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berbasis ekonomi pasar yang adil. Menyadari strategisnya peranan UMKM tersebut,

Karet Lempengan Banten Merambah Bollywood

Ekonomi & Bisnis
19 Jan 2020

hariansuara.com, Jakarta - Petugas Karantina Pertanian Cilegon, Apul, melakukan pemeriksaan fisik terhadap karet lempengan yang akan diekspor ke India pada Sabtu (18/1) kemarin. Pemeriksaan menurut Apul, dilakukan untuk memastikan karet lempengan sebanyak 120.983 kilogram atau setara Rp 2,4 miliar itu benar-benar bebas dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) atau serangga hidup.Apul

Load More