
hariansuara.com, Jakarta - Petugas Karantina Pertanian Cilegon, Apul, melakukan pemeriksaan fisik terhadap karet lempengan yang akan diekspor ke India pada Sabtu (18/1) kemarin. Pemeriksaan menurut Apul, dilakukan untuk memastikan karet lempengan sebanyak 120.983 kilogram atau setara Rp 2,4 miliar itu benar-benar bebas dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) atau serangga hidup.
Apul memambahkan, karet lempengan juga telah dikemas menggunakan plastik dan kemasan kayu (pallet) yang telah mendapat perlakuan karantina sesuai standar ISPM#15.
Sementara itu menurut Anton, perwakilan perusahaan, mereka menghasilkan karet lempengan rata-rata 23 ton per hari. Bahan bakunya berasal dari Banten dan Lampung.
"Kapasitas produksi per hari hampir 23 ton dan setiap pekannya bisa dua kali ekspor,” ungkap Anton.
Di tempat terpisah, Kepala Karantina Cilegon Raden Nurcahyo menyatakan pihaknya mendukung akselerasi ekspor komoditas pertanian.
"Termasuk karet ini, kami dukung. Kami pastikan bebas OPT dan serangga hidup sehingga dapat diterima negara tujuan," ucap Raden.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU