Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Terus Dilakukan Pencarian Lima Pewarta Foto yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Nasional
11 Sep 2026
Terus Dilakukan Pencarian Lima Pewarta Foto yang Hilang Kontak di Selat Sunda

hariansuara.com - Hingga hari ini, lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput di kawasan meletusnya Gunung Anak Krakatau masih dalam pencarian. Sejak berangkat dengan speedboat Arupadatu 1 dari Dermaga Pagedongan, Carita pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB, mereka telah hilang kontak, dan terputus total pada pukul 15.04 WIB. 

Rombongan terdiri atas 8 orang, di antaranya 5 jurnalis yaitu M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (MERDEKA), Yudhis (INews), Anadolu Daus dan Donal (jurnalis lepas/freelance), dan tiga lainnya kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60) dan guide Heriyanto (49).

11 Kapal Gabungan Lakukan Pencarian

Disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Kepala Negara Presiden Prabowo Subianto langsung menginstruksikan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) untuk pencarian. 

Dikerahkan, 11 kapal gabungan dalam operasi pencarian tersebut, yaitu KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer 1-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, serta KP Sanjaya-7017.

Sementara itu, Polri bersama tim SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau. 

Disampaikan oleh Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto, S.I.K., M.H. memimpin langsung sedikitnya 59 personel Polri di atas KP Sanjaya-7017. Pun, personel Polri KN SAR Tetuka milik Basarnas.

Pencarian dilakukan sistematis berdasarkan sektor dan koordinat dengan mempertimbangkan posisi terakhir kapal, arah angin, arus, gelombang, cuaca dan perkembangan informasi di lapangan. Untuk mempermudah pencarian, Basarnas Banten sendiri membagi wilayah operasi pencarian seluas total 2.483 nautical mile square (NM²) menjadi enam sektor. Tujuannya, agar tidak ada yang terlewat disigapi dengan teliti.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis yang hilang itu akan dioptimalkan selama tujuh hari. Kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam konferensi pers di Pandeglang, Kamis (10/9), hal ini sesuai dengan standar pedoman internasional International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR). 

Berbagai unsur turut ambil bagian dalam ikhtiar pencarian ini. Selain TNI, Polri dan Basarnas, pontensi SAR, juga termasuk Bakamla, KSOP, BPBD, unsur kewilayahan, nelayan, masyarakat, media, dan keluarga korban. Total sekitar 280-an orang gigih mencari, kendati kondisi alam yang berkabut tebal, angin berhembus kencang, dan gelombang yang mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Namun, kepada masyarakat tidak dibenarkan melakukan pencarian sendiri, terlebih tanpa berkoordinasi dengan tim SAR dan pihak otoritas di tempat.

ANTARA Kawal Informasi  

Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA Virgandhi Prayudantoro mengatakan, ANTARA terus mendukung operasi pencarian, dan mengawal informasi. Diketahui, Muhammad Bagus Khoirunas adalah jurnalis foto ANTARA, satu dari lima jurnalis yang hilang kontak dalam peliputan Gunung Anak Krakatau. 

“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan tim operasi SAR gabungan untuk mendukung proses pencarian serta memastikan setiap perkembangan dapat diketahui secara cepat dan akurat," Virgandhi menyatakan di di Banten, Rabu (10/9). 

Pun, ANTARA mendirikan posko koordinasi bersama di wilayah Carita, Banten agar komunikasi berjalan lancar. Posko ini jadi pusat koordinasi dan komunikasi terkait perkembangan informasi tentang pencarian para jurnalis foto yang hilang. 

"Kita sangat berharap segera menemukan dan bisa menolong dalam kondisi selamat. Pemerintah memberikan perhatian khusus untuk berupaya segera ditemukan dan bisa kita evakuasi," kata Virghandi, juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau bersifat spekulatif yang dapat menimbulkan keresahan bagi keluarga dan masyarakat. (*) Berbagai sumber/Siti Rohida/MTS         Foto IST 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X