Medsos Penebar Berita Fitnah & Bohong Akan Ditindak Pemerintah

Istana & Kementerian
04 Jan 2017

 Jakarta - Pemerintah mengkhawatirkan perkembangan komunikasi di media sosial yang diisi berita-berita tendensius, fitnah, bohong, menyesatkan, menanamkan kebencian, atau ujaran-ujaran kebencian. “Itu sekarang cukup merebak. Memang kebebasan boleh, negeri ini memang memberikan suatu kebebasan. Kebebasan adalah hak dalam demokrasi. Tapi kewajiban untuk menaati hukum peraturan

Terbuka Peluang Jadi Kepala Sekolah Di Luar Negeri

Istana & Kementerian
01 Jan 2017

 Jakarta - Saat ini Kemendikbud membuka peluang calon pengganti Kepala Sekolah Indonesia di Singapura, Riyadh (Arab Saudi), dan Moskow (Rusia). Dalam Rangka mempersiapkan calon pengganti Kepala Sekolah Indonesia di Singapura, Riyadh (Arab Saudi), dan Moskow (Rusia), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka peluang bagi Kepala Sekolah dari latar belakang Pegawai Negeri

Media Asing Menilai Baik Pencapaian Presiden Jokowi Di Tahun 2016

Istana & Kementerian
31 Dec 2016

 Jakarta - Media asing memberi rapor bagus bagi Presiden Jokowi atas pencapaiannya di tahun 2016. Hal ini diapresiasi oleh pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina yaitu Hendri Satrio. "Memang perlu diapresiasi. Apalagi penilaian ini datang dari media massa asing (Bloomberg). Artinya strategi pemerintahan, khususnya di bidang ekonomi sudah berada di jalur yang tepat,"

Jokowi Diminta Batalkan Kunjungannya Ke Australia

Istana & Kementerian
26 Dec 2016

 Kupang - Presiden Joko Widodo diminta untuk membatalkan kunjungannya ke Australia tahun depan jika Pemerintah Federal Australia masih terus berkelit dan tidak mau diajak kerja sama dalam menyelesaikan kasus tumpahan minyak Montara di Laut Timor pada 2009. Begitu imbauan Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni kepada pers di Kupang, Senin. Dalam pengamatan mantan agen

Jokowi: Gus Dur Tak Rela Konstitusi Diremehkan

Istana & Kementerian
24 Dec 2016

 Jakarta (Antara) - Presiden Joko Widodo menyatakan jika saja mantan Presiden Abdurrahman Wahid masih hidup, maka dipastikan tidak akan rela konstitusi diremehkan. "Saya percaya Gus Dur gemes, geregetan, karena sekelompok orang meremehkan konstitusi. Mengabaikan konstitusi yang mengabaikan kemajemukan kita," kata Presiden Jokowi. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Haul ke-7 KH

Load More